Didemo Penuh Emosi, Bupati Serang Malah Hadapi Santai di Pendopo
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:28 WIB
Persoalan Sungai Ciujung sendiri sudah berlangsung lama, sebelum Kabupaten Serang dipimpin Ratu Tatu. Persoalan yang paling krusial adalah, adanya sedimentasi atau pendangkalan di hilir Sungai Ciujung. Saat kemarau, aliran Ciujung tidak mengalir dengan normal.
Tatu meminta, seluruh kalangan bergerak untuk mencari solusi bersama guna menyelesaikan persoalan sungai Ciujung dengan melibatkan akademisi, perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. “Kami selalu meminta masukan dari perguruan tinggi juga untuk mengawal program yang kami jalankan agar terlaksana dengan baik,” tegas Tatu.
Pihaknya juga menerima masukan Fraksi Ciujung untuk membentuk Satgas Sungai Ciujung sebagai salah satu solusi persoalan tersebut. “Kami juga sangat terbuka dan solusi tersebut. Kami lakukan di Tanara yang sudah dibuatkan Surat Keputusan (SK) Ciujung Institut dengan melibatkan masyarakat. Intinya Kami sangat terbuka,” tegasnya.
Ia juga berharap, masyarakat selalu terlibat dalam setiap program yang dijalankan oleh Pemkab Serang melalui tahapan yang disediakan. Ia pun meminta para demonstran untuk melakukan aksi dengan sopan dan damai. “Jika tidak duduk bersama, maka tidak akan ada solusi. Jika saling emosi, bukan solusi yang didapatkan,” ungkap Tatu.
Sementara itu, salah satu demonstran, Ridho Rifaldi meminta Pemkab Serang membentuk Satgas Sungai Ciujung agar masalah yang terjadi tuntas terselesaikan. “Kami minta agar dbuatkan satgas untuk menanggulangi Sungai Ciujung,” kata Ridho.(*)
Tatu meminta, seluruh kalangan bergerak untuk mencari solusi bersama guna menyelesaikan persoalan sungai Ciujung dengan melibatkan akademisi, perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. “Kami selalu meminta masukan dari perguruan tinggi juga untuk mengawal program yang kami jalankan agar terlaksana dengan baik,” tegas Tatu.
Pihaknya juga menerima masukan Fraksi Ciujung untuk membentuk Satgas Sungai Ciujung sebagai salah satu solusi persoalan tersebut. “Kami juga sangat terbuka dan solusi tersebut. Kami lakukan di Tanara yang sudah dibuatkan Surat Keputusan (SK) Ciujung Institut dengan melibatkan masyarakat. Intinya Kami sangat terbuka,” tegasnya.
Ia juga berharap, masyarakat selalu terlibat dalam setiap program yang dijalankan oleh Pemkab Serang melalui tahapan yang disediakan. Ia pun meminta para demonstran untuk melakukan aksi dengan sopan dan damai. “Jika tidak duduk bersama, maka tidak akan ada solusi. Jika saling emosi, bukan solusi yang didapatkan,” ungkap Tatu.
Sementara itu, salah satu demonstran, Ridho Rifaldi meminta Pemkab Serang membentuk Satgas Sungai Ciujung agar masalah yang terjadi tuntas terselesaikan. “Kami minta agar dbuatkan satgas untuk menanggulangi Sungai Ciujung,” kata Ridho.(*)
(alf)
Lihat Juga :