Kisah Ratusan Prajurit Mataram yang Tewas Tanpa Kepala saat Berperang Melawan VOC
Sabtu, 29 April 2023 - 05:11 WIB
Perang pun digaungkan. Sultan Agung mengirim pasukan Mataram I yang dipimpin Tumenggung Bahureksa, pada 27 Agustus 1628. Sementara pasukan berikutnya dipimpin oleh Pangeran Mandurareja pada Oktober 1628, dengan sebutan Pasukan Mataram II. Total ada 10.000 orang pasukan disiapkan Mataram.
Perang besar antara Mataram melawan VOC di Holandia pun terjadi. Kurangnya perbekalan membuat pasukan Mataram mengalami kehancuran. Alhasil Sultan Agung pun dibuat marah dan mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja.
Mengingat kedua pemimpin pasukan Mataram itu gagal menjalankan tugasnya. Pada peristiwa itu VOC menemukan 744 mayat pasukan Mataram yang sebagian besar tewas tanpa kepala. Alhasil Mataram gagal di serangan pertama.
Baca: Kisah Kerajaan Buton yang Disegani hingga Tak Pernah Dijajah Belanda.
Perang besar antara Mataram melawan VOC di Holandia pun terjadi. Kurangnya perbekalan membuat pasukan Mataram mengalami kehancuran. Alhasil Sultan Agung pun dibuat marah dan mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja.
Mengingat kedua pemimpin pasukan Mataram itu gagal menjalankan tugasnya. Pada peristiwa itu VOC menemukan 744 mayat pasukan Mataram yang sebagian besar tewas tanpa kepala. Alhasil Mataram gagal di serangan pertama.
Baca: Kisah Kerajaan Buton yang Disegani hingga Tak Pernah Dijajah Belanda.
Lihat Juga :