Sunda Empire Viral, Budayawan: Ini Penyebaran Halusinasi
Selasa, 21 Juli 2020 - 14:43 WIB
Selain Robby Maulana, tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Kejari Bandung juga menghadirkan saksi pelapor, Ketua Majelis Adat Sunda Ari Mulia Subagja dan Deni, tokoh masyarakat Sunda.
Dalam kesaksiannya, Ari memgatakan, kemunculan kelompok Sunda Empire yang memiliki kekuasaan mengendalikan serta menguasai seluruh aset dunia itu dapat menimbulkan ketidakharmonisan di masyarakat Sunda, bahkan Indonesia dan internasional.
Sejak kelompok Sunda Empire viral di media sosial dan media massa, Ari mengaku mendapatkan telepon dari banyak pihak terutama masyarakat adat Sunda. (Baca juga: Lamban Tangani Kebakaran, DPRD Gresik Minta Tambahan UPT Damkar )
"Saat itu muncul di YouTube. Banyak orang nelepon saya dan datang ke saya mempertanyakan ini (Sunda Empire). Ada hubungan atau tidak dengan Majelis Adat Sunda, dengan bangsa Sunda dan Indonesia," kata Ari.
Akibat banyak telepon dan pesan singkat terkait Sunda Empire, Ari merasa terganggu. "Saya sehari hilang pekerjaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan banyak orang. Sehingga (masalah Sunda Empire) saya bawa ke rapat Majelis Adat Sunda. Intinya kami merasa terganggu. Kami juga malu. Karena dianggap (orang) Sunda semua seperti mereka (Sunda Empire)," ujar Ari.
Hasil rapat Majelis Adat Sunda, tuturAri, sejumlah tokoh Sunda sepakat melaporkan kasus Sunda Empire ke Polda Jabar untuk diusut. "Sebab kalau (Sunda Empire) dibiarkan, semakin banyak yang resah dan ikut stres," tutur Ari.
Dalam kesaksiannya, Ari memgatakan, kemunculan kelompok Sunda Empire yang memiliki kekuasaan mengendalikan serta menguasai seluruh aset dunia itu dapat menimbulkan ketidakharmonisan di masyarakat Sunda, bahkan Indonesia dan internasional.
Sejak kelompok Sunda Empire viral di media sosial dan media massa, Ari mengaku mendapatkan telepon dari banyak pihak terutama masyarakat adat Sunda. (Baca juga: Lamban Tangani Kebakaran, DPRD Gresik Minta Tambahan UPT Damkar )
"Saat itu muncul di YouTube. Banyak orang nelepon saya dan datang ke saya mempertanyakan ini (Sunda Empire). Ada hubungan atau tidak dengan Majelis Adat Sunda, dengan bangsa Sunda dan Indonesia," kata Ari.
Akibat banyak telepon dan pesan singkat terkait Sunda Empire, Ari merasa terganggu. "Saya sehari hilang pekerjaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan banyak orang. Sehingga (masalah Sunda Empire) saya bawa ke rapat Majelis Adat Sunda. Intinya kami merasa terganggu. Kami juga malu. Karena dianggap (orang) Sunda semua seperti mereka (Sunda Empire)," ujar Ari.
Hasil rapat Majelis Adat Sunda, tuturAri, sejumlah tokoh Sunda sepakat melaporkan kasus Sunda Empire ke Polda Jabar untuk diusut. "Sebab kalau (Sunda Empire) dibiarkan, semakin banyak yang resah dan ikut stres," tutur Ari.
Lihat Juga :