Tagihan Air Melonjak Jutaan Rupiah, Ratusan Pelanggan Geruduk Kantor Perumda Tirta Pakuan

Selasa, 21 Juli 2020 - 11:30 WIB
Menyikapi adanya keluhan dari pelanggan, pihak Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor membenarkan selama beberapa hari terakhir ini banyak pelanggan yang datang hanya untuk sekedar mempertanyakan lonjakan tagihan air. Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Sony Hendarwan menuturkan, terhitung mulai 1 Juli hingga 20 Juli 2020, setiap hari rata-rata ada 200 pelanggan mengajukan komplain.

Selama Covid-19 pihaknya menerapkan sistem kerja work from home (WFH) atau kerja dari rumah, termasuk petugas hitung meter. "Oleh sebab itu, perhitungan meter pelanggan dilakukan dengan metode estimasi penggunaan enam bulan dan dirata-ratakan menjadi tagihan bulan berjalan.

"Selama WFH tidak ada petugas ke lapangan, jadi dikenakan tarif rata-rata," ujarnya. Dia mengungkapkan, ada beberapa kemungkinan sehingga tagihan air membengkak, di antaranya disebabkan adanya kebocoran saluran air di dalam rumah atau terjadinya pemakaian air berlebih selama WFH.

"Kasusnya pasti sama. April dan Mei itu WFH, semua kumpul di rumah, otomatis yang biasa pakai 20 kubik naik jadi 25 kubik. Jadi tidak ada refund," terangnya. Meski begitu, bagi pelanggan yang terdampak diminta untuk melaporkan dan nantinya akan segera ditindaklanjuti.

Petugas nantinya akan mendatangi rumah pelanggan lalu mengecek ada atau tidaknya kebocoran instalasi air di dalam rumah, kemudian mengecek tera meter."Kalau tera meter masih bagus dan tidak ada kebocoran, tapi pemakaian besar, pelanggan tetap harus bayar tagihan sebesar itu. Pembayaran bisa dicicil selama 5 bulan dan untuk tagihan bulan ini kita tidak kenakan denda sampai dengan tanggal 30 Juli," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!