Tragedi Bintaro 1987, Musibah Terburuk dalam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia
Jum'at, 07 April 2023 - 17:33 WIB
Peristiwa memilukan yang terjadi di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan ini setidaknya menyebabkan 153 orang meninggal serta 300 lainnya luka-luka. Kejadian tersebut benar-benar menjadi sejarah buruk bagi perkeretaapian Tanah Air.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, perjalanan maut tersebut bermula saat KA 225 jurusan Rangkasbitung - Jakarta yang dipimpin masinis Slamet Suradio berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara.
KA 225 itu tunggu bersilang dengan KA 220 Patas jurusan Tanah Abang - Merak dengan masinis Amung Sunary. Namun, saat bersilang tanpa adanya komunikasi dengan Stasiun Sudimara, petugas Stasiun Serpong justru memberi sinyal aman bagi KA 225.
Padahal, saat bersamaan jalur di Stasiun Sudimara sudah penuh kereta. Masinis Slamet akhirnya membawa KA 225 dari Serpong ke Sudimara dan tiba pukul 06.45 WIB.
Barulah setelah sadar Stasiun Sudimara penuh, Kepala Stasiun Sudimara lantas melansir perintah kepada Slamet untuk masuk jalur 1 di Sudimara. Sayangnya, dia tidak dapat melihat tanda atau semboyan yang diberikan karena lokomotifnya penuh.
Baca juga: 7 Cara Aman Melewati Perlintasan Kereta Api
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, perjalanan maut tersebut bermula saat KA 225 jurusan Rangkasbitung - Jakarta yang dipimpin masinis Slamet Suradio berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara.
KA 225 itu tunggu bersilang dengan KA 220 Patas jurusan Tanah Abang - Merak dengan masinis Amung Sunary. Namun, saat bersilang tanpa adanya komunikasi dengan Stasiun Sudimara, petugas Stasiun Serpong justru memberi sinyal aman bagi KA 225.
Padahal, saat bersamaan jalur di Stasiun Sudimara sudah penuh kereta. Masinis Slamet akhirnya membawa KA 225 dari Serpong ke Sudimara dan tiba pukul 06.45 WIB.
Barulah setelah sadar Stasiun Sudimara penuh, Kepala Stasiun Sudimara lantas melansir perintah kepada Slamet untuk masuk jalur 1 di Sudimara. Sayangnya, dia tidak dapat melihat tanda atau semboyan yang diberikan karena lokomotifnya penuh.
Baca juga: 7 Cara Aman Melewati Perlintasan Kereta Api
Lihat Juga :