Sejarah Candi Tikus, Petirtaan Warisan Kerajaan Majapahit yang Mengejutkan
Sabtu, 18 Maret 2023 - 12:17 WIB
Konon, saat itu daerah Temon dan sekitarnya tengah diserang hama tikus. Setiap dilakukan pengejaran terhadap kelompok tikus ini, mereka selalu masuk ke sebuah lubang yang terletak di atas sebuah gundukan.
Singkatnya, lubang tersebut dibongkar atas perintah bupati. Pada akhirnya, diketahui bahwa ternyata di dalamnya terdapat sebuah bangunan seperti petirtaan.
Pada keberlanjutannya, Candi Tikus telah dipugar dan selesai sekitar tahun 1989. Sebagai bangunan petirtaan, denah bangunannya berbentuk bujur sangkar berukuran 22,5 x 22,5 meter, serta struktur tertingginya mencapai 5,2 meter.
Baca juga: Dahsyatnya Armada Laut Majapahit di Bawah Pimpinan Raja Hayam Wuruk
Lebih lanjut, bagian bangunan induk, teras, dan kolam dibuat dari bata merah. Sedangkan pancuran airnya dibuat dari batu andesit. Adapun jumlah pancurannya sekitar 46 buah, namun yang masih tersisa 19 pancuran, sementara sisanya disimpan di Museum Majapahit.
Singkatnya, lubang tersebut dibongkar atas perintah bupati. Pada akhirnya, diketahui bahwa ternyata di dalamnya terdapat sebuah bangunan seperti petirtaan.
Pada keberlanjutannya, Candi Tikus telah dipugar dan selesai sekitar tahun 1989. Sebagai bangunan petirtaan, denah bangunannya berbentuk bujur sangkar berukuran 22,5 x 22,5 meter, serta struktur tertingginya mencapai 5,2 meter.
Baca juga: Dahsyatnya Armada Laut Majapahit di Bawah Pimpinan Raja Hayam Wuruk
Lebih lanjut, bagian bangunan induk, teras, dan kolam dibuat dari bata merah. Sedangkan pancuran airnya dibuat dari batu andesit. Adapun jumlah pancurannya sekitar 46 buah, namun yang masih tersisa 19 pancuran, sementara sisanya disimpan di Museum Majapahit.
Lihat Juga :