PDIP Belum Turunkan Rekomendasi Paslon Kepala Daerah Surabaya, Ini Penyebabnya

Jum'at, 17 Juli 2020 - 18:05 WIB
Terkait rencana koalisi, Kusnadi menegaskan bahwa, PDIP selalu terbuka untuk berkoalisi. Menurutnya, koalisi bisa dengan sesama partai politik, tapi bisa juga dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat dan elemen lainnya. "Jadi terminologi koalisi tidak hanya partai dengan partai," terangnya.

Diketahui, enam paslon di Jatim yang hari ini mendapat rekomendasi dari DPP PDIP diantaranya, Kota Pasuruan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Kediri. Untuk Kota Pasuruan, PDIP mengusung Raharto Teno dan didampingi M. Hasjim Ashari. Untuk Trenggalek, PDIP mencalonkan petahana M. Nur Arifin yang didampingi oleh Syah Natanegara.

Sedangkan di Kabupaten Mojokerto, PDIP mengusung Pungkasiadi-Titik Masudah untuk mendulang suara. Kota Blitar Santoso-Tjutjuk Sunaryo dan Kabupaten Blitar Rijanto-Marhaenis. Di Kabupaten Kediri PDIP mengusung pasangan Hanindhito Pramono-Dewi Maria Ulfa. (Baca: PDIP Resmi Usung Anak Sulung Jokowi di Pilwakot Solo )

Sebelumnya, DPP PDIP juga menurunkan rekomendasinya untuk tiga paslon di Jatim. Yakni di Kabupaten Ngawi yakni Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko, lalu Kabupaten Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto, serta Sumenep Achmad Fauzi-Dewi Khalifah. Sehingga, saat ini tersisa 10 daerah di Jatim yang belum diumumkan oleh DPP PDIP.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!