Jembatan Kaca Seruni Point Manjakan Wisatawan Nikmati Gunung Bromo
Kamis, 16 Februari 2023 - 06:42 WIB
Jembatan kaca di kawasan Bromo, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo. Foto: Gak Duwe/YouTube
Khofifah berharap, jembatan kaca di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini menjadi rujukan adanya jembatan kaca baru lainnya agar bisa dibangun di banyak titik di Jatim. Seperti salah satunya di kawasan Tumpak Sewu yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang dengan air terjun yang sangat eksotik. Jembatan kaca ini diperkirakan rampung pada Oktober 2023 rampung. "Kami berharap masyarakat bisa menginap dua malam ketika berwisata di Bromo. Selain sunrise, wisatawan juga bisa menikmati jembatan kaca ini," ungkapnya.
Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, jembatan kaca Seruni Point kuat menampung 100 orang sekaligus. Dimana, jembatan ini menghubungkan antara Kawasan wisata Seruni Point dengan shuttle area pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru.
"Jembatan kaca ini berawal dari presentasi salah satu Dirjen dari Kementerian PUPR pada saat sertijab Bupati Malang tahun 2020. Lalu disetujui dan kemudian saya mengkoordinasikan dengan Pak Menteri dan mengkoordinasikan dengan bupati," ujar Khofifah.
Baca juga: Asal usul Nama dan Sejarah Bojonegoro, Daerah yang Disukai VOC di Indonesia
Khofifah berharap, jembatan kaca di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini menjadi rujukan adanya jembatan kaca baru lainnya agar bisa dibangun di banyak titik di Jatim. Seperti salah satunya di kawasan Tumpak Sewu yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang dengan air terjun yang sangat eksotik. Jembatan kaca ini diperkirakan rampung pada Oktober 2023 rampung. "Kami berharap masyarakat bisa menginap dua malam ketika berwisata di Bromo. Selain sunrise, wisatawan juga bisa menikmati jembatan kaca ini," ungkapnya.
Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, jembatan kaca Seruni Point kuat menampung 100 orang sekaligus. Dimana, jembatan ini menghubungkan antara Kawasan wisata Seruni Point dengan shuttle area pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru.
"Jembatan kaca ini berawal dari presentasi salah satu Dirjen dari Kementerian PUPR pada saat sertijab Bupati Malang tahun 2020. Lalu disetujui dan kemudian saya mengkoordinasikan dengan Pak Menteri dan mengkoordinasikan dengan bupati," ujar Khofifah.
Baca juga: Asal usul Nama dan Sejarah Bojonegoro, Daerah yang Disukai VOC di Indonesia
Lihat Juga :