Waspada, 30 Orang di Salatiga Terkonfirmasi Positif DBD
Selasa, 14 April 2020 - 10:58 WIB
Sebanyak 30 orang warga Kota Salatiga terkonfirmasi positif terjangkit DBD. FOTO : DOK SINDOnews
SALATIGA - Sebanyak 30 orang warga Kota Salatiga terkonfirmasi positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD tersebut ditemukan di 12 wilayah kelurahan dan sebagian warga yang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini adalah anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zuraidah menjelaskan, sebanyak 30 kasus DBD tersebut merupakan akumulasi temuan dari Januari hingga April 2020. "Kasus DBD tersebar di 12 wilayah kelurahan dengan rata-rata setiap kelurahan terdapat satu kasus terkonfirmasi positif DBD. Dan pasien DBD tidak hanya orang dewasa, sebagian anak-anak," jelasnya, Selasa (14/4/2020).
Menurut Siti Zuraidah, kelurahan yang menjadi titik epidemiologi DBD yakni Blotongan, Sidorejo Lor, Salatiga, Pulutan, Sidorejo Kidul, Tingkir Lor, Tingkir Tengah, Kutowinangun, Ledok, Tegalrejo, Dukuh dan Mangunsari. Karena itu, kata Siti Zuraidah, masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah kelurahan yang menjadi epidemiologi DBD untuk meningkatakan kewaspadaan serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.
Selain itu, imbuhnya, juga menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zuraidah menjelaskan, sebanyak 30 kasus DBD tersebut merupakan akumulasi temuan dari Januari hingga April 2020. "Kasus DBD tersebar di 12 wilayah kelurahan dengan rata-rata setiap kelurahan terdapat satu kasus terkonfirmasi positif DBD. Dan pasien DBD tidak hanya orang dewasa, sebagian anak-anak," jelasnya, Selasa (14/4/2020).
Menurut Siti Zuraidah, kelurahan yang menjadi titik epidemiologi DBD yakni Blotongan, Sidorejo Lor, Salatiga, Pulutan, Sidorejo Kidul, Tingkir Lor, Tingkir Tengah, Kutowinangun, Ledok, Tegalrejo, Dukuh dan Mangunsari. Karena itu, kata Siti Zuraidah, masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah kelurahan yang menjadi epidemiologi DBD untuk meningkatakan kewaspadaan serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.
Selain itu, imbuhnya, juga menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah masing-masing.
Lihat Juga :