Warga Dua Desa Tolak Tambang Pasir

Minggu, 10 Mei 2015 - 10:21 WIB
Warga Dua Desa Tolak...
Warga Dua Desa Tolak Tambang Pasir
A A A
SLEMAN - Kegiatan penambangan pasir di Sungai Boyong yang masih berjalan dengan mengatasnamakan normalisasi kali mendapat penolakan dari warga.

Sebagai wujud dari aksi penolakan atas penambangan itu, kemarin pagi perwakilan warga dari Desa Donoharjo dan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik turun ke jalan berunjuk rasa. Aksi warga kemarin dilakukan di Simpang Empat Kayunan, tepatnya di depan Balai Desa Donoharjo.

Dalam tuntutan, warga meminta pengusaha penambangan yang masih mengoperasikan alat beratnya di kawasan sungai untuk segera angkat kaki. Begitu pula pemerintah. Warga mendesak segera melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas penambangan yang melanggar aturan normalisasi.

Sulis Pambudi, koordinator aksi, menyatakan aktivitas pengerukan pasir yang masih berlangsung tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga merusak akses jalan. Untuk itu, aksi untuk mengusir alat berat yang masih nekat beroperasi akan terus dilakukan warga. "Padahal, saat ini sudah tidak ada izin penambangan material golongan C di sepanjang Sungai Boyong," katanya kemarin.

Camat Ngaglik Anggoro Aji Su naryono menyampaikan, pihaknya mendukung apa yang men jadi tuntutan warga. Apa yang dilakukan warganya dipicu ke sadaran mereka bahwa penambangan, meski beralasan normalisasi, pada kenyataannya tetap memunculkan dampak kerusakan.

Dia sendiri belum lama ini menolak menandatangani surat rekomendasi dari perusahaan yang akan melakukan penambangan. "Pemerintah tidak memperbolehkan alasan normalisasi, karena sudah ada regulasi. Bila ada yang masih nekat menambang maka tindakan semuanya saya serahkan kewarga yang merupakan pihak yang di rugikan," ungkapnya.

Aksi demo menolak penambangan pasir di depan Balai Desa Donoharjo ini dilakukan ratusan warga. Masyarakat sudah resah akibat aktivitas tersebut karena berdampak pada mata air yang digunakan mereka. "Penambangan ilegal yang dilakukan beberapa perusahaan telah merusak ekosistem dan warga terancam kekeringan," kata koordinator aksi, Savitri.

Jika masyarakat setempat tidak bergerak, mereka khawatir penambangan akan terus terjadi. Pasalnya, selama ini pemerintah setempat belum terlihat turun tangan melarang adanya aktivitas ilegal tersebut. Selain melakukan orasi, warga meminta komitmen pemerintah desa bisa melarang alat berat ataupun truk pengangkut pasir yang masuk ke daerahnya.

Warga beralasan jalan di perkampungan yang dilalui alat berat tak hanya rusak, tetapi juga membahayakan warga, terutama anak-anak kecil. Setelah berunjuk rasa, ratusan warga sempat mencari alat berat yang masih beroperasi di Sungai Boyong. Namun, para penambang sudah tak terlihat lagi.

Kemungkinan berpindah ke tempat lain. Kepala Desa Donoharjo Wijanarko yang menandatangani surat komitmen penolakan mengatakan, pihaknya akan mengusir secepatnya jika ada alat berat yang masuk di wilayahnya. "Saya komit untuk itu," janjinya.

Muji barnugroho/ ridho hidayat
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
51 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved