Phapros Kembangkan Produk Herbal

Sabtu, 09 Mei 2015 - 11:55 WIB
Phapros Kembangkan Produk...
Phapros Kembangkan Produk Herbal
A A A
SEMARANG - Peluang pasar untuk obat-obat herbal di Indonesia maupun ekspor masih cukup besar. Hal itu ditangkap PT Phapros Tbk dengan mengeluarkan produk baru Antimo Herbal.

Berbeda dengan produk Antimo yang sudah menjadi brand Phapros, yang merupakan obat antimabuk, Antimo Herbal adalah obat untuk masuk angin. Menurut Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto, potensi pasar produk herbal kategori pereda masuk angin saat ini di Indonesia mencapai Rp2,5 triliun. Peluangnya cukup besar.

“Di tengah persaingan obat herbal antimasuk angin di Indonesia yang cukup ketat, kami optimis Antimo Herbal bisa diterima oleh masyarakat,” katanya disela-selapeluncuranAntimo Herbal di Museum Mandala Semarang, Kamis (7/5) malam. Tahun pertama ini Antimo Herbal ditargetkan bisa terjual dengan nilai Rp8 miliar-Rp10 miliar.

Untuk tahap pertama ini, kapasitas produksi Antimo Herbal mencapai 800.000 boks setiap bulan. Seperti produk pendahulu Antimo, Antimo Herbal ke depannya diproyeksikan untuk ekspor ke beberapa negara di Asia. “Potensi ekspor menjanjikan. Enam bulan lalu kita sudah mengekspor beberapa produk kita, dan Antimo Herbal tersebut tetap diproyeksikan untuk ekspor meski sekarang masih untuk memenuhi kebutuhan lokal,” paparnya.

Ke depan, Phapros akan terus mengembangkan produk herbal dengan kualitas terbaik. Untuk tujuan itu, Phapros akan meningkatkan kerja sama dengan beberapa pihak terkait seperti perguruan tinggi guna menghasilkan produk herbal yang berkualitas. “Kita memiliki beberapa produk herbal yang akan diluncurkan, seperti Lowlipid (obat penurun kolesterol), teh herba, dan beberapa produk lain,” ungkapnya.

Directur Marketing PT Phapros Tbk Syamsul Huda menambahkan, meski nilai ekspor produk herbal belum bisa menandingi ekspor minyak dan gas atau nonmigas, kinerja produk herbal over the counter (OTC) justru tumbuh subur sebesar 14% di 2014.

“Kami sadar tidak mudah memasarkan produk herbal di tengah kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi obat kimia, kondisi ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk mengedukasi masyarakat,” paparnya.

Andik sismanto
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
10 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
19 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal yang Bisa Menyerang hingga AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved