2 Ekor Kasuari Dievakuasi dari Rumah Dinas Wali Kota Solo

Kamis, 07 Mei 2015 - 16:30 WIB
2 Ekor Kasuari Dievakuasi...
2 Ekor Kasuari Dievakuasi dari Rumah Dinas Wali Kota Solo
A A A
SOLO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah, mengevakuasi dua ekor burung kasuari dari Rumah Dinas Wali Kota Solo di Lodji Gandrung, Kamis (7/5/205) siang.

Dua ekor burung langka dilindungi itu kemudian dititipkan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, untuk perawatan lebih baik.

Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman, menyebutkan evakuasi dua satwa dilindungi itu dilakukan oleh tim BKSDA atas permintaan dari Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Menurutnya hewan itu diserahkan agar mendapatkan perawatan lebih baik bersamaan dengan hewan-hewan lain di lembaga konservasi satwa.

Sehingga kesehatan dan kesejahteraan satwa itu akan lebih terjamin dibandingkan sebelumnya.

Pihaknya menyebutkan proses evakuasi burung dengan tinggi sekitar satu meter itu dilakukan dengan tenaga ekstra.

Menurutnya sekitar dua jam waktu yang dibutuhkan untuk mengevakuasi satwa jenis unggas tersebut.

Apalagi satwa tersebut juga tergolong kurang jinak sehingga semakin menyulitkan petugas yang hendak melakukan evakuasi.

Beberapa metode evakuasi juga dilakukan oleh para petugas, namun hal itu tidak langsung membuat dua satwa itu bisa dijinakkan dengan mudah.

Akhirnya satwa berhasil dievakuasi setelah petugas memasang perangkap jaring di dalam kandang.

“Kita memang memakai metode manual untuk proses evakuasi ini, kita tidak menggunakan bius demi menjaga keselamatan satwa yang bersangkutan,” katanya di sela-sela evkakuasi.

Pihaknya menyebutkan Kasuari itu kemudian dibawa ke TSTJ untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Selain itu di lembaga konservasi itu, Kasuari juga bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan setiap waktu oleh dokter hewan.

Sementara itu Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, menyebutkan dua kasuari itu telah dipelihara di Loji Gandrung sejak beberapa tahun lalu.

Satwa itu dipelihara secara legal oleh Pemerintah Kota Solo. Selain itu makanan dan kesehatan burung langka itu juga selalu terjamin dan jarang terserang penyakit.

Sehingga burung tersebut kondisinya masih sehat meski dipelihara dalam kandang ukuran dua meter.

Dia berharap setelah diserahkan ke BKSDA itu burung langka itu bisa terus dijaga dan dilestarikan di tempat yang lebih baik.

“Biarlah satwa ini hidup bersawa hewan lain di lokasi yang lebih baik dari saat ini,” timpalnya.
(sms)
Berita Terkait
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Polisi Tangkap 2 Penjual...
Polisi Tangkap 2 Penjual Satwa Dilindungi di Medan, 4 Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
Berita Terkini
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
1 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
4 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
6 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
6 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
7 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved