Terkendala Lahan KAI dan Utilitas PLN

Jum'at, 24 April 2015 - 09:13 WIB
Terkendala Lahan KAI...
Terkendala Lahan KAI dan Utilitas PLN
A A A
KARANGANYAR - Pembangunan fly over Palur di Kecamatan Jaten, Karanganyar terkendala pembebasan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Terhitung, luas lahan yang harus dibebaskan mencapai 3.000 meter. Tidak hanya itu, utilitas milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT KAI belum dipindahkan dari lokasi pembangunan. Masalah ini dikhawatirkan akan berdampak pada mo - lornya perampungan proyek yang ditargetkan paling lambat September mendatang.

Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Jawa Tengah Agung Hari mengatakan, tujuh tiang listrik yang belum dipindahkan mengganggu pelebaran jalan dan saluran air. Kesulitan lain nya pelebaran jalan di timur palang pintu kereta api (KA) sam pai kini belum dapat dilaksanakan karena belum dibebaskan. “Perizinan dari PT KAI sampai kini belum. Utilitas PLN juga belum dipindahkan,” ujar Agung Hari seusai menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di lokasi fly over Palur kemarin.

Dia mengaku sejauh ini pemanfaatan lahan milik PT KAI akan dilakukan dengan opsi sewa. Kendati demikian, pihaknya berharap pembebasan lahan PT KAI dapat segera diselesaikan agar target perampungan proyek akhir September 2015 tercapai. Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan siap mengomunikasikan masalah tersebut dengan PT KAI agar pembebasan lahan fly over segera selesai.

Sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Daops 6 Yogyakarta sebagai pihak yang membawahi lahan PT KAI di kawasan jalan layang Palur. “Kalau lahan milik pribadi justru sudah selesai,” ucapnya. Ganjar mengatakan jika opsi sewa ditempuh, harus melibatkan Kementerian BUMN.

Agar lebih cepat, pihaknya berupaya berkomunikasi langsung dengan Dirut PT KAI maupun Menteri BUMN. Hal itu dinilai lebih efektif daripada harus melalui mekanisme Daops 6 Yogyakarta. “Ini dipakai seumur hidup. Kita berbicara tentang kepentingan negara,” tandasnya.

Disinggung mengenai keberadaan proyek saat arus mudik Lebaran, Ganjar mengaku mem prioritaskan penyelesaian pelebaran jalan pada jalur yang dipakai pemudik. Seperti di kawasan Ngringo, kini sudah digali untuk dilebarkan. “Jadi meski ada proyek, arus mudik tetap lancar. Ini sudah kita antisipasi,” ucapnya.

Dari pantauan KORAN SINDO di lokasi proyek fly over Palur yang menelan anggaran Rp82 miliar ini, sudah terpasang pilar utama di barat maupun di timur palang rel KA. Seperti pilar A1, P1, P2, P3 yang berada di barat palang pintu KA.

Serta pilar A2, P7, P6 di timur palang pintu KA. Selain itu, juga telah dibangun pilar P4 dan P5 yang tepat berada di barat dan timur rel.

Ary wahyu wibowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
19 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
29 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
34 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
47 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved