Benahi Moral Bangsa dengan Ajaran Tjokroaminoto

Selasa, 21 April 2015 - 10:44 WIB
Benahi Moral Bangsa...
Benahi Moral Bangsa dengan Ajaran Tjokroaminoto
A A A
Bobroknya moral bangsa pada zaman modern saat ini, seperti masih maraknya korupsi hingga kekerasan seksual kepada anak-anak, penting diperhatikan dan sangat urgen untuk segera dilakukan pembenahan.

Melalui penerapan wasiat ajaran dan pemikiran Tjokroaminoto yang sangat terkenal dan bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW, yakni ungkapan lerena mangan sakdurunge wareg, hal tersebut sebenarnya bisa diperbaiki. Tjokroaminoto ingin menyampaikan kepada generasi bangsa agar menghindari sikap rakus dan serakah serta memanfaatkan aji mumpung dengan menggunakan jabatan untuk kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan.

“Jadi sekarang kita banyak melupakan sejarah. Namun banyak yang melupakan, seperti bagaimana politikus sekarang yang banyak lupakan sejarah. Tak heran marak korupsi,” ujar Agus Hendratno, salah satu penulis buku HOS Tjokroaminoto: Pelopor Pejuang, Guru Bangsa dan Penggerak Sarikat Islam, kepada wartawan di sela-sela launching buku di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) belum lama ini.

Lewat pemikiran serta penerapan prinsip kebijaksanaan langit dan kecerdasan bumi itu, kata dia, pada akhirnya mampu pula membawa sang tokoh bersama H Samanhudi menghimpun para pengusaha batik di Solo dalam organisasi Sarekat Dagang Islam, atau kemudian disebut dengan Sarekat Islam ke arah modernisasi perdagangan lewat koperasi saat itu. “Prinsip kecerdasan yang digunakan dalam mengelola sumber daya alam, melebihi pemikiran dan kelola batik saat itu. Tapi sekarang apa ya paham tentang sejarah, jangan-jangan kita kehilangan api sejarah dan dapat abu saja, saya prihatin,” katanya.

Padahal meski bukan berlatar belakang dari ilmu sejarah, pria yang merupakan Dosen Geologi UGM ini, selalu menyempatkan diri untuk belajar sejarah. Karena untuk mempelajari segala hal tentang migas maupun tambang, tak lepas dari ilmu sejarah pula. “Sulit (terapkan ajaran Tjokroaminoto) kalau lingkungan juga tidak mendukung. Dan itu juga tidak mudah, apalagi (Indonesia) marak korupsi baik terekspos maupun terselubung,” kata dia.

Meski demikian, lebih baik terlambat daripada tidak melakukan sama sekali. Melalui sosok Tjokroaminoto itu, kita jadi tahu bahwa segala penyelesaian permasalahan tidak harus dilakukan dengan cara kekerasan. Namun bisa dengan toleransi, perdamaian, serta rasa nasionalisme yang kokoh. Seperti ketika menghadapi kolonialisme penjajah saat itu.

“Beliau inspiring dan pengubah, kembali pada yang diajarkan Mbah Tjokroaminoto, tidak perlu rakus dan (harus) dikuasai kelompok tertentu. Tetap kembali pada pribadi seseorang, ketika makan glegeken( kekenyangan) maka saatnya berhenti. Namun konteks saat ini, malah makan terus,” ujarnya. Bagi generasi muda tidak perlu bergantung pada teknologi untuk bisa menyerap ajaran tersebut.

Meskipun sebenarnya teknologi juga penting. Namun tidak dipungkiri karena pengaruh teknologi pula, yang menyebabkan perpustakaan buku jadi sepi. Padahal cara manual dan tradisional seperti budaya baca, khususnya buku sejarah, penting peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara HM Nasruddin Anshoriy CH, penulis lainnya menambahkan, dalam buku yang dicetak Penerbit Ilmu Giri itu, tak hanya memuat tentang pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto semata.

Namun, juga multifragmen dan singgungan dari kelompok-kelompok pemikiran lainnya yang terinspirasi dari pemikiran Tjokroaminoto, seperti Ahmadiyah, tradisional Islam, modern Islam, hingga Kejawen. “Buku ini beda dengan buku-buku sebelumnya yang banyak mengulas tentang biodata seorang Tjokroaminoto. Lebih ke fragmen pemikiran dari Tjokroaminoto yang dibahas. Ada temuan dalam film Tjokroaminoto yang dibuat Garin Nugroho, belum dimunculkan dalam film antara lain tokoh Kejawen.

Dan yang menarik di sini justru siapa sebenarnya guru Mbah Tjokro ketika ditelusuri jelas asal-muasal sama dengan Ronggowarsito, tokoh Pujangga Jawa,” kata Nasruddin.

Siti Estuningsih
Yogyakarta
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved