HPP Gabah Dinilai Terlalu Murah

Senin, 20 April 2015 - 10:33 WIB
HPP Gabah Dinilai Terlalu...
HPP Gabah Dinilai Terlalu Murah
A A A
SUBANG - Bulog Subang memastikan siap membeli semua ga bah hasil panen seluruh petani di Kabupaten Subang. Kebijakan ini merupakan perintah lang sung presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5/ 2015 tentang Pengadaan Gabah dan Beras.

“Kami siap membeli seluruh ga bah hasil panen petani sesuai perintah presiden. SK (surat ke putusan) pengadaan dari Men teri Pertaniannya sudah kami te ri ma, tinggal melaksanakan saja,”ujar Kepala Sub Divre Bu log Subang Dedi Supriadi, saat di hubungi KORAN SINDOke marin. Dalam pelaksanaan teknisnya, pembelian gabah petani akan dilakukan Unit Pelaksana Gu dang Bulog (UPGB) Binong. Ka rena relatif memiliki peralatan yang lengkap, seperti me sin pengering padi.

“Pembelian gabah ini berlaku di seluruh Indonesia sesuai amanah inpres,”katanya. Dia menyebut, berdasarkan inp res itu, gabah kering panen (GKP) dihargai Rp3.700/kg di tin g kat petani, dan Rp3.750/kg di tingkat penggilingan. Adapun gabah kering giling (GKG) dihargai Rp4.600/kg di tingkat penggilingan dan Rp4.650/kg di gudang Bulog. Se dang kan untuk beras di hargai Rp7.300/kg. Dedi menegaskan, harga pem be lian yang ditetapkan pemerintah atau HPP tersebut ber laku sepanjang tahun dan tidak berubah, baik di musim panen hujan rendeng (hujan) mau pun musim panen gadu (kemarau).

“Selama inpresnya nggak dicabut, harga tetap segitu, nggak ber ubah, sepanjang tahun. Musim panen hujan atau kemarau sa ma saja harganya,”ucapnya. Sementara itu, HPP gabah yang ditetapkan pemerintah melalui Inpres, dinilai para pe tani terlalu rendah dan jauh dari ra tarata harga pasaran. Menurut mereka, HPP sebesar itu tidak sebanding dengan biaya pro duksi tanam yang di ke luar kan.

“Harga itu sangat rendah, nggak sebanding. Ongkos nanamnya saja besar, apalagi ka lau ngitung harga penggunaan pupuk dan obat-obatan, kami bisa rugi. Sekarang ini harga jual pupuk subsidi saja banyak yang gak sesuai HET, harusnya mi ni mal dijual Rp400.000 /kuintal, kenyataannya lebih mahal dari itu. Kalau bulog beli gabah kami dengan harga semurah itu, kami ma sih rugi,”kata Asim, 50, to koh petani Kecamatan Pagaden.

Usep husaeni
(ars)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
32 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved