Hilang Semalaman, 2 Warga Jadi Tumbal Waduk Jatiluhur

Jum'at, 10 April 2015 - 17:41 WIB
Hilang Semalaman, 2...
Hilang Semalaman, 2 Warga Jadi Tumbal Waduk Jatiluhur
A A A
PURWAKARTA - Waduk Jatiluhur kembali meminta tumbal dua nyawa warga, masing masing Salman dan Dadang.

Keduanya yang sebelumnya dikabarkan tenggelam pada Kamis malam kemarin ditemukan sudah tidak bernyawa pada Jumat siang ini.

Salman (25) adalah tukang ojek perahu warga Desa Parung Banteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Sedangkan Dadang (40) adalah penumpangnya warga asal Bandung.

Mereka tenggelam saat menyebrangi waduk terbesar di Asia Tenggara itu. Keduanya diketahui tenggelam berawal dari kecurigaan warga.

Sebab sejak Kamis sore 9 April 2015 menyeberangi waduk menggunakan perahu tradisional namun hingga Jumat (10/4/2015) dini hari mereka tidak kunjung menepi ke daratan.

"Informasi yang diterima tersebut, berdasarkan laporan dari Yahya, Kepala Desa Galumpit, Kecamatan Sukasari," ungkap AKP Mastura Sudrajat melalui Kepala Unit Gakkum Polisi Air Brigadir Suryadi, Jumat (10/4/2015).

Menindaklajuti laporan warga tersebut kemudian anggota Polair Polres Purwakarta bersama Petugas Damkar Purwakarta dibantu warga sekitar melakukan pencarian dengan menyisir waduk.

Setelah beberapa lama dilakukan pencarian tim kemudian menemukan tubuh mayat Dadang yang sudah mengambang.

"Setelah Dadang yang ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB, tujuh jam kemudian atau menjelang siang kami menemukan tubuh Salman, tukang ojek perahu yang beroperasi di Waduk Jatiluhur, itu. Ya, keduanya sudah tidak bernyawa saat kami temukan," ujar dia.

Brigadir Suryadi menambahkan peristiwa korban tenggelam di Waduk Jatiluhur, bukan peristiwa pertama.

Bahkan peristiwa ini sering terjadi. Penyebabnya macam-macam, seperti kebocoran pada perahu dan juga akibat diterpa angin.

Kedua jenazah korban kemudian dievakuasi petugas ke RSUD Bayu Asih untuk dilakukan visum.

Menjelang sore kedua jasar korban tenggelam langsung dijemput keluarganya untuk dibawa ke rumah duka.

"Kami imbau kepada masyarakat yang menyeberangi waduk agar menggunakan pengaman.Seperti rompi terapung dan juga ban, atau membawa peralatan lainya untuk menjaga keselamatan. Pasalnya mereka yang menjadi korban rata-rata kurang memperhatikan alat-alat pengaman tersebut, padahal penting," papar Brigadir Suryadi.
(sms)
Berita Terkait
Beberapa Tahapan yang...
Beberapa Tahapan yang Dirasakan Tubuh Saat Meninggal Tenggelam
Hendak Menjala Ikan...
Hendak Menjala Ikan di Bendungan, Pelajar SMP di Bone Tewas Tenggelam
2 Hari Tenggelam di...
2 Hari Tenggelam di Kali Bayur, Musa Ditemukan Meninggal Dunia
Hendak Selfi, Pengunjung...
Hendak Selfi, Pengunjung Pantai Logending Kebumen Tenggelam
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Terpeleset, Dua ABG...
Terpeleset, Dua ABG Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Upper Komering
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
20 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved