BNN Razia Kos-kosan Mahasiswa di Bantul

Selasa, 07 April 2015 - 18:02 WIB
BNN Razia Kos-kosan...
BNN Razia Kos-kosan Mahasiswa di Bantul
A A A
BANTUL - Badan Narkotika Nasional (BNN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merazia kos-kosan mahasiswa di seputaran kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Razia tersebut dalam rangka mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNN DIY, Siti Alfiah mengatakan, saat ini mereka gencar melaksanakan razia di kos-kosan mahasiswa.

Sebab, angka penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa mendominasi kejahatan narkoba pada umumnya di Yogyakarta. Mahasiswa menjadi sasaran empuk peredaran narkoba.

"Mahasiswa masih menjadi pasar potensial narkoba," ujar Siti, di sela razia di Kampung Prancak Glondong, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Selasa (7/4/2015).

Di tahun 2014 dia mencatat ada 116 tersangka mahasiswa dari kasus narkoba yang berhasil diungkap oleh pihak Kepolisian dan BNN.

Angka tersebut tergolong tinggi dibanding dengan tersangka lain. Dalam catatan BNN, saat ini angka tersangka narkoba dari kalangan mahasiswa mencapai 22,6 %.

Dalam razia ini, pihaknya menyasar kos-kosan di seputaran kampus ISI karena di kawasan tersebut angka pengguna narkoba cukup banyak.

Selain itu, mereka juga cukup banyak mendapatkan informasi dari masyarakat dengan kemungkinan adanya peredaran narkoba di seputaran kampus ISI.

"Iya, banyak yang mengadu ke kami kalau di dekat kampus ISI banyak transaksi narkoba," ungkapnya.

Siti menambahkan, razia kali ini juga merupakan bagian dari gerakan rehabilitasi 100 ribu rehabilitasi.

Mereka yang terjaring razia ini rencananya akan direhabilitasi di pusat rehabilitasi narkoba. Mahasiswa yang kedapatan menggunakan narkoba tidak akan dipenjara karena mereka sebenarnya adalah korban.

Namun dalam razia yang dilaksanakan Selasa (7/4/2015) semuanya negatif, tidak diketemukan pengguna narkoba.

Sementara Staf Dinas Sosial, Arfin Muniat mengatakan, untuk mendata pelajar yang menggunakan narkoba karena sebagian masyarakat masih menutupi keluarganya yang menggunakan narkoba.

Berbagai hal yang menjadi kendala dalam pendataan, namun yang utama adalah justru dari keluarga.

"Ada yang keluarganya terkena narkoba dan sudah pernah ditahan, tetapi orang tuanya mengaku tidak terjadi apa-apa," katanya.

Di Bantul, jumlah pengguna narkoba memang fluktuatif. Namun yang mendominasi memang berasal dari generasi muda.

Tahun 2012 yang lalu ada 36 temuan pelajar yang menggunakan narkoba. Sementara tahun ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Tahun 2013 lalu ada 12 orang.
(sms)
Berita Terkait
Razia Mendadak, 30 Napi...
Razia Mendadak, 30 Napi Lapas Tasikmalaya Dites Urine
Terungkap, Alasan di...
Terungkap, Alasan di Balik Urine Berwarna Kuning
Jadi Wamendagri Sehari,...
Jadi Wamendagri Sehari, Gresita Kawal Tes Urine Pegawai Kementerian Dalam Negeri
Citilink Gelar Tes Urine...
Citilink Gelar Tes Urine Usai Pilotnya Dibekuk Pakai Narkoba
Antisipasi Narkoba,...
Antisipasi Narkoba, Polres Parepare Akan Intens Tes Urine Personel
227 Personel Polres...
227 Personel Polres Sidrap Tes Urine Mendadak
Berita Terkini
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
9 menit yang lalu
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
23 menit yang lalu
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
46 menit yang lalu
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
1 jam yang lalu
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
1 jam yang lalu
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved