Jaga Inflasi, TPID Harus Perkuat Koordinasi

Sabtu, 04 April 2015 - 11:59 WIB
Jaga Inflasi, TPID Harus...
Jaga Inflasi, TPID Harus Perkuat Koordinasi
A A A
MEDAN - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) meminta TPID tingkat kabupaten/kota meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi kenaikan harga usai panen raya.

Dengan begitu, inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun ini. Ketua Harian TPID Sumut, Difi A Johansyah, mengatakan, harga dikhawatirkan terdongkrak mulai April hingga memasuki Ramadan mendatang. Ini tidak hanya berkaitan dengan pasokan bahan kebutuhan pokok, tetapi juga berbagai kebijakan pemerintah.

Salah satunya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru ditetapkan pemerintah akhir Maret lalu. “Hal seperti ini yang harus diantisipasi TPID kabupaten/ kota, selain tentunya tetap menjaga pasokan bahan kebutuhan pokok,” tuturnya di Medan, Kamis (2/4).

Selain itu, kenaikan harga juga berkaitan dengan distribusi barang. Menyuplai pasokan dari daerah dengan tingkat kebutuhan rendah ke tinggi harus bisa dilakukan dengan baik, sehingga tidak ada tindakan spekulasi yang bisa mendongkrak harga. “Distribusi ke luar daerah juga harus dijaga dengan memenuhi kebutuhan di sini terlebih dahulu. Dengan begitu tidak akan terjadi kekurangan pasokan yang membuat harga meningkat,” ucapnya.

Kepala Bidang Statistik Produksi Dinas Pertanian (Distan) Sumut, Lusyantini, mengatakan, pada dasarnya pasokan bahan kebutuhan pokok, khususnya yang memberikan andil inflasi tinggi, masih cukup hingga Lebaran mendatang. Sebab, panen masih akan terjadi pada beberapa daerah, bahkan produksi cabai merah saat ini melimpah di seluruh Indonesia.

“Ada tiga komoditas yang biasa jadi penyumbang inflasi, yaitu beras, cabai merah, dan bawang merah. Pasokan ketiganya dipastikan tidak ada masalah sampaiLebarannanti,” tuturnya. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya gerakan khusus dari pemerintah pusat, khususnya berkaitan dengan beras melalui program perbaikan irigasi, penyediaan bibit, dan pupuk. Hal itu sangat membantu petani melakukan penanaman, sehingga mampu mendongkrak produksi.

“Begitu juga pada komoditas cabai merah dan bawang merah, sekarang ada gerakan yang dirancang khusus oleh pemerintah daerah maupun pusat. Jadi, kalau tidak ada tindakan spekulan, kami bisa pastikan harga tidak akan naik,” ucapnya.

Jelia amelida
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
Pesawat Airbus A400M...
Pesawat Airbus A400M Mendarat di Lanud Halim, Perkuat Armada Tempur TNI AU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved