Hari Paskah Jadi Masa Panen Penjualan

Jum'at, 03 April 2015 - 09:41 WIB
Hari Paskah Jadi Masa...
Hari Paskah Jadi Masa Panen Penjualan
A A A
Hari Raya Paskah menjadi momentum bagi para perajin rosario dan salib di kompleks Ziarah Sendangsono, Kalibawang, Kulonprogo, untuk mengeruk rezeki.

Ratusan umat Katolik yang banyak berdatang untuk beribadah dan berdoa di kompleks bangunan tahun 1904 ini menjadi pasar utama para perajin. Kompleks ini memang bersejarah karena menjadi tempat pembaptisan pertama oleh Pastor J Prentaler, salah satu misionaris yang berkarya di daerah Boro. Gereja di kompleks ini berada di alam terbuka di bawah kerindangan pohon sonokeling.

Tak ayal, sepanjang misa para peserta akan merasakan sejuknya suasana yang dibalut dengan nuansa alam begitu kental. Di tempat ini juga ada Goa Maria dibangun pada 1929 yang hingga kini airnya masih mengalir dan terjaga. “Jelang Paskah ini kenaikannya signifikan dan saat hari Paskah penjualan cukup banyak,” kata Bowo Susanto, salah satu perajin, kemarin. Menurut dia, rosario dan salib menjadi oleh-oleh yang banyak dibawa para pengunjung.

Sebab sepanjang tahun kawasan ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang dari luar daerah, bahkan luar negeri. Sementara puncaknya terjadi saat Hari Paskah. Meski ramai pembeli, para perajin tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Rosario dan salib ini dibuat menggunakan kayu mahoni dan sonokeling. Dalam sehari, Bowo mampu memproduksi sekitar 10 salib dan 20 untaian rosario. Selain dipasarkan di sini, produk mereka juga dilempar hingga ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Produk yang dibuat memiliki ukuran bervariasi.

Untuk rosario dijual Rp45.000- Rp125.000. Sementara salib dijual Rp15.000-Rp150.000 tergantung ukuran dan bahannya. Dalam sebulan, Bowo mengaku mampu mendapatkan keuntungan hingga di atas Rp3 juta. Dia menuturkan, usaha rosario ditekuninya sejak tahun 1990. Sebelumnya, Bowo merupakan perajin furnitur yang banyak memproduksi kursi dan meja.

Untuk menghasilkan produk berkualitas perlu ada tahapan- tahapannya. Mulai dari membuat pola, mengukur, hingga akhirnya dibuat dengan mesin bubut dan dihaluskan. Setelah itu, barulah produk setengah jadi dihaluskan menggunakan ampelas dan dibor. Agar hasil lebih bagus dilakukan pengecatan dengan semprotan. Salah seorang pengunjung, Sujandi mengatakan, sengaja datang ke Sendangsono untuk beribadah.

Kebetulan dia ada acara di Yogyakarta sehingga disempatkan mengunjungi kawasan ini. Dia menilai, Sendangsono cukup alami dan tertata apik. Apalagi ada oleh-oleh yang bisa dibeli untuk keluarganya di Jakarta.

Kuntadi
Kulonprogo
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
47 menit yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Berhasil Bendung Peredaran Tramadol di Jakpus
48 menit yang lalu
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
1 jam yang lalu
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
1 jam yang lalu
Polisi Didesak Upayakan...
Polisi Didesak Upayakan Pengembalian Kerugian Korban Penipuan WO Marwah
3 jam yang lalu
Libur Panjang Iduladha...
Libur Panjang Iduladha Berakhir, 199 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved