Gudang Saus Ilegal Digerebek

Jum'at, 27 Maret 2015 - 14:46 WIB
Gudang Saus Ilegal Digerebek
Gudang Saus Ilegal Digerebek
A A A
SEMARANG - Sebuah gudang yang dijadikan tempat penyimpanan sekaligus produksi saus tanpa izin edar digerebek petugas Sat Reskrim Polrestabes Semarang.

Distribusi saus yang belum lolosujikelayakankonsumsiinididuga kuat hingga ke Kalimantan. Gudang berlantai dua itu terletak di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan, Jalan Industri VIII Nomor 302-303, Kecamatan Genuk, KotaSemarang. Di dalamnya terdapat ribuan saus kemasan botol siap edar berikut aneka bahan produksinya, termasuk mesin pengolahan.

Saus tomat maupun saus sambal ini bermerek Kapal Bintang. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono langsung mendatangi TKP kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB. Lantai 1 tergenang rob bagian depannya, dan sudah dipasang police line. “Hasil pemeriksaan, ini sudah beroperasi sekira 4 bulan.

Ada 7 karyawan di sini,” katanya di lokasi. Terkait insiden ini, Djihartono menyebut sudah menetapkan pemiliknya, berinisial SWT,50, warga Dempel Lor Kota Semarang sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 142 junctoPasal 91 ayat (1) Undang- Undang Nomor 18/2012 tentang Pangan. Meski tidak ditahan, tersangka terancam pidana penjara maksimal Rp2 tahun dan denda Rp4 miliar.

Pengungkapan awal insiden ini pada 7 Februari 2015. Polisi menerima laporan akan adanya pengiriman barang ke Kalimantan via Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Setelah mengantongi sampel, polisi mencegat sebuah mobil pikap berisi saus siap edar itu. Polisi berhasil menyita 150 krat atau 3.600 botol saus tomat maupun sambal Cap Kapal Bintang. Jenis kecap manis merek yang sama juga ada di lokasi.

Sebuah tabung besar untuk produksi, termasuk cairan atau bahan mentah yang disimpan dalam ember-ember juga didapati di TKP. Ribuan botol-botol ko song juga ada di sana, termasuk stiker cap dan tutup botol. Dalam label saus yang ditempel dibotol tertera nomor SPPIRT 270/35.22/05.

Ada label keluaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ada pula keterangan bernomor 722/- MENKES/PER/IX/88 yang seolah-olah pengawet dan pewarna sudah sesuai regulasi. “Itu dipastikan tidak benar (register). Karena belum terdaftar di BPOM. Kode angka 2 di awal itu seharusnya tanda untuk kemasan plastik, bukan kemasan botol kaca,” jelas Djihartono.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto menambahkan sejauh ini pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk penanganan selanjutnya. “Untuk kandungannya, berbahaya atau tidak (bagi kesehatan), kami masih cek laboratorium. Barang- barang ini tidak punya izin edar,” katanya di lokasi.

Eka setiawan
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
6 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
718.791 Vitamin Ilegal...
718.791 Vitamin Ilegal yang Beredar Online Diamankan BPOM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved