Tanah Retak, 210 Rumah Rawan Ambruk

Kamis, 26 Maret 2015 - 18:06 WIB
Tanah Retak, 210 Rumah...
Tanah Retak, 210 Rumah Rawan Ambruk
A A A
KARANGANYAR - Sebanyak 210 rumah di Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar rawan ambruk menyusul bencana tanah retak yang terus terjadi. Rumah warga retakretak akibat tanah mengalami pergerakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar, warga Desa Gerdu tercatat sebanyak 3.000 jiwa.Kepala Desa (Kades) Gerdu, Suwarno mengatakan, retaknya ratusan rumah merupakan akumulasi dari jumlah kasus yang terjadi sejak 2012 lalu. Kejadian tanah ambles terdapat di Dusun Kalongan, Popongan, Ledok, Jurangjero dan Gondangrejo.

Kasus terakhir terjadi 14 Maret lalu, yakni menimpa sembilan rumah di Dusun Gondangrejo dan Kalongan. “Sampai saat ini rumah yang retak tetap ditinggali pemiliknya,” kata Suwarno di sela-sela sosialisasi tanggap darurat bencana tanah longsor di wilayah setempat kemarin. Namun, mereka diminta tetap waspada karena bahaya sewaktu waktu dapat mengancam.

Sampai saat ini kerusakan belum diperbaiki karena kendala biaya. Selainitu, kejadianserupadikhawatirkan masih terus berlangsung. Ketika hujan deras, penghuni rumah yang retak mengungsi ke lokasi yang aman. Mereka biasanya pindah ke tempat sanak saudaranya yang rumahnya aman. Setelah dirasa aman, mereka kembali lagi ke rumah masing-masing.

Warga cukup sadar dalam mengantisipasi bencana karena sosialisasi cukup sering dilakukan. Sementara itu, dosen Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Agus Hendratno mengatakan salah satu penyebab tanah longsor karena sistem terasering di pemukiman warga yang tidak tepat. Desain permukiman di kawasan lereng Gunung Lawu sebagian memang berisiko menimbulkan longsor.

“Masyarakat perlu memperhatikan risiko. Sistem cut and fill yang diterapkan saat membangun rumah sering tidak diperhatikan,” ungkap Agus. Meski demikian, kawasan rawan bencana alam tetap bisa ditempati asalkan penduduknya bersikap bijak terhadap lingkungan. Sikap ini perlu dipahami masyarakat di kawasan itu dengan didampingi instansi terkait.

Selain itu, mereka juga harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. Masyarakat harus bisa mengidentifikasi tanda-tanda awal yang muncul ketika akan terjadi bencana. Seperti muncul resapan air setelah terjadi hujan yang menandakan bakal terjadi longsor. “Sehingga mereka harus segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya.

Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Balai ESDM Jawa Tengah wilayah Kerja Solo Panut Priyanto mengemukakan relokasi bukan satu satunya pilihan bagi warga yang ada di kawasan bencana. Sebab, penduduk setempat masih bisa menempati kampung halamannya asalkan mau mengubah perilaku. Mereka bisa diberi pemahaman tentang tanggap darurat bencana.

Ary wahyu wibowo
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved