Pedagang Tolak Swastanisasi Pembangunan Pasar Rejosari

Rabu, 18 Maret 2015 - 09:55 WIB
Pedagang Tolak Swastanisasi...
Pedagang Tolak Swastanisasi Pembangunan Pasar Rejosari
A A A
SALATIGA - Puluhan pedagang menggeruduk Kantor Pemkot Salatiga kemarin. Mereka menolak keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan Pasar Rejosari dan menuntut agar proyek tersebut ditinjau kembali.

Pedagang beralasan pembangunan dengan melibatkan investor akan memberatkan pedagang karena nilai sewa los, kios, dan ruko akan dipatok dengan harga tinggi. Selain itu, sistem investasi bisa melahirkan monopoli dan menimbulkan penguasaan sumber daya ekonomi hulu hingga hilir atau kartel. “Atas dasar itu, kami menolak pembangunan dengan sistem investasi.

Dan kami akan mempertahankan Pasar Rejosari sebagai pasar tradisional,” tandas seorang pedagang Pasar Rejosari, Tiarso, kemarin. Selama ini Pemkot Salatiga tidak peka terhadap penderitaan pedagang Pasar Rejosari. Pemangku kebijakan terkesan tidak amanah dan tidak pro wong cilik dengan mengabaikan aspirasi pedagang yang menolak pembangunan dengan sistem investasi.

“Masyarakat termasuk pedagang adalah bagian dari daerah yang memiliki hak atas aset daerah sehingga harus dilibatkan dan didengar aspirasinya dalam pengambilan kebijakan tata kelola aset daerah. Tapi yang terjadi, aspirasi kami tidak diakomodasi,” ujarnya. Pedagang lain bernama Sukimin menduga dalam proses pengambilan keputusan pembangunan yang melibatkan swasta itu ada manipulasi dan rekayasa. Tak hanya itu, dia juga menduga ada indikasi suap dalam kebijakan revitalisasi pasar tradisional tersebut.

“Kami menduga ada kolusi dan indikasi itu sangat kuat,” ucapnya. Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan proses pembangunan Pasar Rejosari dengan sistem investasi ini telah sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ada. Pelaksanaan proses pembangunan pasar tradisional itu, didasarkan pada Perda Nomor10/ 2011. “Kamitaat pada aturan hukum.

Semua tahapan proses pembangunan sesuai dengan hukum yang berlaku. Itu telah dibuktikan di pengadilan,” tandasnya. Sebelum ada keputusan hukum yang menetapkan proses pembangunan Pasar Rejosari dihentikan, Pemkot Salatiga tetap akan melanjutkan kerja sama dengan investor pelaksana pembangunan pasar tersebut, yakni PT Patra Berkah Itqoni (PBI).

Pemkot Salatiga telah berupaya maksimal meringankan pedagang yang merasa keberatan dengan harga los dan kios. “Pemkot telah memberikan tawaran keringanan harga bagi pedagang yang keberatan dan dipersilakan mengajukan keberatan ke wali kota,” tandasnya.

Angga rosa
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
22 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved