Minat Guru Membuat Karya Ilmiah Rendah

Jum'at, 13 Maret 2015 - 18:09 WIB
Minat Guru Membuat Karya...
Minat Guru Membuat Karya Ilmiah Rendah
A A A
BANTUL - Minat guru untuk membuat karya ilmiah di Kabupaten Bantul masih sangat rendah. Sehingga, sebagian besar guru berakhir jenjangnya hanya digolongan IVA dan sangat jarang ditemui ada guru yang sampai ke jenjang IVB.

Seperti yang diungkapkan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Kabupaten Bantul Fitriyani Astuti. Menurutnya, produktivitas guru untuk menulis masih sangat rendah.

Tak hanya guru mata pelajaran Bahasa Jawa yang dia ketuai, tetapi juga sebagian besar guru juga mengalami hal yang sama.

“Memang belum banyak guru yang menulis,” katanya, disela workshop menulis Cerkak (Cerito Cekak/Cerita Pendek) di SMA 3 Bantul, Jumat (13/3)

Khusus guru Bahasa Jawa tingkat SMA/SMK ataupun MA yang berjumlah 60 orang, sampai saat ini dia memperkirakan hanya sekitar 30% darinya yang sudah mulai menulis.

Sisanya, masih belum mulai menulis baik itu hanya sekedar cerita pendek ataupun karya tulis ilmiah. Beberapa upaya telah dia lakukan untuk mendorong agar guru-guru di Bantul bisa giat untuk menulis.

Beberapa alasan mengapa minat berkarya guru-guru di Bantul rendah sempat mengemuka. Di antaranya adalah karena malas dan kesibukan sehari-hari ketika di luar jam mengajar.

Fitri mengatakan, sebagian besar guru mengaku tidak bisa meninggalkan kesibukan mereka di rumah, terutama ketika mereka sudah berurusan dengan keluarga. “Kalau sudah sampai di rumah itu sudah enggan untuk mengerjakan urusan kantor,” katanya.

Sebenarnya, sambung Fitri, ada korelasi atau hubungan antara kreativitas guru dengan output yang dihasilkan. Salah satu yang terimbas akibat guru berkarya adalah ke murid-murid mereka ketika mengajar.

Kemampuan murid tidak bisa maksimal dalam mengembangkan kreativitasnya, karena guru juga mengajarnya setengah-setengah.

Seharusnya, selain memberikan teori, guru juga mencontohkan bagaimana berkarya terutama dalam menulis. Dengan berbagi pengalaman bagaimana mereka berkarya terutama menulis, maka guru akan benar-benar memahami kesulitan siswa dalam berkarya.

Hanya saja, memang belum banyak guru yang mencoba untuk melakukan keduanya, selain teori juga praktik. “Siswa jadinya kurang maksimal,”tandasnya.

Selain berimbas kepada siswa, sebenarnya minimnya guru berkarya tersebut juga berpengaruh pada jenjang karier mereka. Karena karya guru seperti karya tulis, ilmiah, maket ataupun prakarya praktik lainnya masuk dalam kredit penilaian.

Semakin banyak kredit yang didapat dari hasil karya, maka semakin cepat guru tersebut naik pangkat. Dia mengakui, saat ini sebagian besar guru mentok digolongan IV A, sebab untuk naik ke golongan IV B guru harus membuat karya ilmiah.

Padahal, untuk membuat karya ilmiah, guru merasa kesulitan dan terkadang enggan mengerjakannya. Jika demikian terus, maka bukan hal yang tidak mungkin jika suatu saat guru akan kehilangan tunjangan sertifikasi mereka.

“Itu bisa jadi, makanya kami mendorong agar para guru terus belajar menulis dan berkarya,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Bantul Zahrowi mengatakan, kemampuan guru bersertifikasi memang patut dipertanyakan. Karena selama ini belum terbukti tunjangan sertifikasi, output para siswa mengalami peningkatan.
Bahkan, para guru yang sudah bersertifikasi tidak memberikan contoh yang baik dengan menerapkan teori dan praktik sekaligus.

“Guru bersertifikasi itu paling-paling mentok di IVA, untuk IV B sangat jarang karena memang mereka belum memiliki kemampuan itu,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
26 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
42 menit yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
43 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved