Warga Banjiri Operasi Pasar Elpiji 3 Kg

Jum'at, 06 Maret 2015 - 10:56 WIB
Warga Banjiri Operasi...
Warga Banjiri Operasi Pasar Elpiji 3 Kg
A A A
CIMAHI - Warga membanjiri operasi pasar gas elpiji 3 kilogram (kg) yang digelar PT Pertamina dan Diskopindagtan Kota Cimahi di Kantor Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu (5/3). Sejumlah warga rela mengantre sejak pagi padahal penjualan baru dilaksanakan tepat pada pukul 09.00 WIB.

Ketakutan warga cukup beralasan mengingat harga gas melon di Cimahi berkisar antara Rp20.000 - Rp25.000/tabung. Sehingga operasi pasar seperti ini menjadi kesempatan warga untuk membeli elpiji 3 kg dengan harga yang terjangkau. “Pertabung dijual dengan harga Rp.15 ribu. Baru tahu tadi pagi, setelah mendengar informasi tersebut saya langsung mengantre. Alhamdulillah dapat dua tabung,” kata Lala, 51, warga RT 05/02, Kelurahan Cimahi Tengah.

Operasi semacam ini cukup membantu warga untuk memperoleh elpiji bersubsidi karena harga di lapangan sudah mencapai Rp25.000/tabung. Warga berharap operasi semacam ini rutin digelar agar warga tidak kesusahan mencarinya. “Dua hari lalu ibu berkeliling Cimahi hanya sekadar untuk mendapatkan satu tabung gas. Kalau tidak ada, terpaksa memasak dengan kayu bakar,” tutur nya.

Kabid Indag Pariwisata Diskopindagtan Kota Cimahi, Megawati mengatakan operasi gas elpiji yang pertama kali digelar ini dalam rangka menanggulangi kelangkaan gas bersubsidi. Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi kelangkaan gas. Dia berharap, dengan operasi semacam ini distribusi gas bisa lancar dan menekan harga agar kembali normal. Ditanyai mengenai harga elpiji 3 kg di Kota Cimahi, Megawati mengatakan harga di tiap agen dan pengecer berbeda-beda. Pihaknya menduga kelangkaan elpiji 3 kg karena banyak warga yang bermigrasi dari tabung 12 kg ke tabung 3 kg. “Tingginya harga gas 12 kg membuat warga beralih menggunakan gas 3 kg,” ucapnya.

Terpisah, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat, juga melakukan operasi pasar elpiji 3 kg di Kecamatan Rongga dan Gununghalu sebagai antisipasi terjadinya kelangkaan di wilayah tersebut. Kepala Disperindagkop Dan UMKM, Kabupaten Bandung Barat, Weti Lembanawati me - ngatakan, operasi pasar yang dilakukan di dua kecamatan tersebut, menjadi prioritas utama lantaran jarak yang jauh untuk mendapatkan pasokan gas.

nur azis/ raden bagja mulyana
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
33 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved