Kasus Korupsi Butuh Penanganan Khusus

Rabu, 04 Maret 2015 - 09:44 WIB
Kasus Korupsi Butuh...
Kasus Korupsi Butuh Penanganan Khusus
A A A
SOLO - Pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia membutuhkan penanganan lebih dibandingkan sebelumnya.

Pasalnya, kejahatan luar biasa tersebut sudah dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif pada sejumlah lembaga pemerintah. Wakil Ketua KPK Zulkarnain menilai tren korupsi di Indonesia semakin hari semakin mengalami peningkatan. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya laporan tindak pidana korupsi yang masuk ke KPK saat ini.

Dia mencontohkan, 2012 lalu jumlah laporan yang masuk berkisar pada angka 6.000 dan setahun kemudian naik menjadi sekitar 7.000 kasus. Sementara 2014 jumlah laporan dari seluruh Indonesia meningkat hingga 8.000 kasus.

“Penanganan kasus korupsi di Indonesia tidak bisa dilakukan dengan cara biasa karena ini sudah menjadi masalah besar yang dihadapi bangsa. Perlu penanganan khusus untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” ucapnya di sela-sela Roadshow Anti Coruption Film Festival 2015 di Universitas Sebelas Maret Solo kemarin.

Zulkarnain mengungkapkan, korupsi sudah mengakar pada berbagai sektor dan nilainya bervariasi, mulai dari kelas ringan hingga berat. Bahkan, beberapa di antaranya terkesan dibiarkan sehingga menjadi kebiasaan pada instansi terkait.

Masyarakat harus ikut ambil bagian dalam pemberantasan korupsi dengan berperan aktif melakukan pencegahan atau pengawasan. Dengan demikian, kasus korupsi yang ada di Indonesia bisa diminimalisasi. “Selain lembaga hukum yang melakukan penindakan, masyarakat juga bisa memiliki andil di sini, mungkin salah satunya dengan cara berkampanye antikorupsi melalui film,” tandasnya.

Sementara itu, aktivis penggiat antikorupsi, Bowo Laksono, berharap generasi muda ikut ambil bagian mengampanyekan antikorupsi. Menurutnya, banyak tindak pidana korupsi yang bisa ditelisik oleh masyarakat di tingkat bawah. Seperti dalam bidang pelayanan masyarakat mulai dari pelayanan SIM, KTP, pembayaran pajak, dan beberapa hal lainnya.

Tindak pidana korupsi banyak ditemukan di tingkat bawah dan harus dilawan oleh masyarakat agar tidak menjadi budaya. “Kalau dibiarkan terus nantinya akan menjadi kebiasaan, dan sudah saatnya kita semua melawan korupsi,” tandasnya.

Arief setiadi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
1 jam yang lalu
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
2 jam yang lalu
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
2 jam yang lalu
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
3 jam yang lalu
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
4 jam yang lalu
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
6 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved