Polisi Buru Pembakar Begal, Ini Kata Warga Pondok Aren
Rabu, 25 Februari 2015 - 18:36 WIB
Polisi Buru Pembakar Begal, Ini Kata Warga Pondok Aren
A
A
A
TANGERANG - Keinginan polisi untuk menangkap warga yang telah membakar begal motor ditanggapi sinis warga Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pasalnya saat kejadian, tidak hanya warga Pondok Aren yang terlibat, warga disekitar juga ikut melakukan pengeroyokan.
Warga RT 03/03, Ponodk Karya, Kcematan Pondok Aren, Asmin (44) menyatakan, proses penyelidikan pihak kepolisian terhadap pembakar pelaku begal dinilai arogan. Karena warga yang melakukan pembakaran pun sejatinya bukan dilakukan oleh anggota warganya. Tapi, oleh warga yang kebetulan melintas di Jalan Masjid Baiturahman.
Sebab, jelasnya, bukan cuma warganya saja yang ikut melakukan penangkapan pada pelaku begal tersebut. Tapi juga warga lain ikut datang berbondong-bondong melakukan pemukulan dan pembakaran tersebut.
"Waktu kejadian, semua warga dari mana-mana dateng dan emang kejadiannya di jalanan, otomatis pengguna jalan pun jadi berhenti dan ikut-ikutan. Orang tukang Ojek di Plaza Bintaro ajah sampe dateng kesini ikutan. Saya juga heran dia tahu darimana," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews di lokasi kejadian, Rabu (25/2/2015).
Dia menerangkan, kalaupun pihak kepolisian harus menangkap pembakar begal tersebut. Pihak kepolisian tentu harus bertindak adil, dengan cara menangkapi ratusan warga yang ikut melakukan pemukulan dan pembakaran secara massal tersebut.
"Ada lima ratusan orang lebih yang berkerumun terlibat pemukulan dan pembakaran. Namanya massa, kita ga bisa seenaknya saja bilang, si A yang ngebakar. Itu malah fitnah, palagi sampai menuduh warga kami yang melakukan pembakaran," terangnya.
Dia menambahkan, saat ini, dia pun belum melihat satu orang pun yang di duga sebagai intel Polsek Pondok Aren yang sedang melakukan pengumpulan data terkait pembakar begal tersebut. Bahkan, dia yakin kalau pihak kepolisian tidak mungkin menemukan pembakar begal tersebut.
"Saya yakin, sampai kapan juga polisi ga bakal tuh nemuin pembakarnya siapa," tutupnya.
Warga RT 03/03, Ponodk Karya, Kcematan Pondok Aren, Asmin (44) menyatakan, proses penyelidikan pihak kepolisian terhadap pembakar pelaku begal dinilai arogan. Karena warga yang melakukan pembakaran pun sejatinya bukan dilakukan oleh anggota warganya. Tapi, oleh warga yang kebetulan melintas di Jalan Masjid Baiturahman.
Sebab, jelasnya, bukan cuma warganya saja yang ikut melakukan penangkapan pada pelaku begal tersebut. Tapi juga warga lain ikut datang berbondong-bondong melakukan pemukulan dan pembakaran tersebut.
"Waktu kejadian, semua warga dari mana-mana dateng dan emang kejadiannya di jalanan, otomatis pengguna jalan pun jadi berhenti dan ikut-ikutan. Orang tukang Ojek di Plaza Bintaro ajah sampe dateng kesini ikutan. Saya juga heran dia tahu darimana," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews di lokasi kejadian, Rabu (25/2/2015).
Dia menerangkan, kalaupun pihak kepolisian harus menangkap pembakar begal tersebut. Pihak kepolisian tentu harus bertindak adil, dengan cara menangkapi ratusan warga yang ikut melakukan pemukulan dan pembakaran secara massal tersebut.
"Ada lima ratusan orang lebih yang berkerumun terlibat pemukulan dan pembakaran. Namanya massa, kita ga bisa seenaknya saja bilang, si A yang ngebakar. Itu malah fitnah, palagi sampai menuduh warga kami yang melakukan pembakaran," terangnya.
Dia menambahkan, saat ini, dia pun belum melihat satu orang pun yang di duga sebagai intel Polsek Pondok Aren yang sedang melakukan pengumpulan data terkait pembakar begal tersebut. Bahkan, dia yakin kalau pihak kepolisian tidak mungkin menemukan pembakar begal tersebut.
"Saya yakin, sampai kapan juga polisi ga bakal tuh nemuin pembakarnya siapa," tutupnya.
(ysw)