Pertamina Ikuti HET Elpiji 3 Kg di Jatim

Minggu, 22 Februari 2015 - 11:17 WIB
Pertamina Ikuti HET...
Pertamina Ikuti HET Elpiji 3 Kg di Jatim
A A A
SURABAYA - PT Pertamina (Persero) MOR V Jatim, Bali, Nusa Tenggara berkomitmen mengikuti harga eceran tertinggi (HET) elpiji ukuran 3 kilogram di Jawa Timur yang ditentukan Gubernur Soekarwo menjadi Rp16.000 per tabung.

“Untuk itu kami selaku operator akan selalu mematuhi regulasi tersebut," kata Assistant Manager External Relation Pertamina MOR V, Heppy Wulansari, dihubungi kemarin. Dengan ketentuan HET itu, ungkap dia, Pertamina menjamin seluruh pangkalan di wilayah Jatim akan menjual elpiji tiga kilogram sesuai HET yang ditentukan pemerintah daerah.

Apabila ditemukan pangkalan yang melanggar atau menjual elpiji di atas HET akan diberi sanksi tegas. "Bagi masyarakat mengetahui adanya pangkalan nakal bisa langsung menghubungi ke nomor kontak Pertamina 500000," ujarnya. Di sisi lain, jelas dia, ketersediaan elpiji tabung tiga kilogram di wilayah kerjanya hingga kini aman. Bahkan, tidak ada kelangkaan seperti di provinsi lain.

"Mengenai besaran konsumsi elpiji tabung tiga kilogram, sampai sekarang sesuai pantauan kami di lapangan stabil. Pada bulan Januari2015, konsumsielpijitiga kilogram di MOR V mencapai 103.030 metrik ton," katanya. Oleh sebab itu, tambah dia, pasokan yang dialokasikan Pertamina tidak ada kenaikan. Penambahan hanya dilakukan ketika momentum tertentu seperti jelang hari raya Idul Fitri, Natal, dan tahun baru.

"Saat Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, kami telah melakukan antisipasi lonjakan kebutuhan elpiji tiga kilogram dengan menyiapkan penambahan stok sebesar 10 persen dari konsumsi normal," katanya. Penambahan stok, kata dia, diyakini cukup memenuhi permintaan masyarakat pada momentum itu. Apalagi tahun lalu peningkatan konsumsi mencapai enam persen dibandingkan kondisi normal.

"Selama bulan Desember 2014, rata-rata konsumsi elpiji tiga kilogram di wilayah MOR V mencapai 3.822 metrik ton per hari," katanya. Pada periode natal dan tahun baru, lanjut dia, guna menyiasati agen atau pangkalan yang tutup, Pertamina juga menyediakan elpiji tiga kilogram di 579 SPBU tersebar di seluruh wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

"Kecuali NTT karena di sana belum ada konversi elpiji tiga kilogram. Untuk itu kami menyiapkan antisipasi penambahan stok Minyak Tanah Subsidi sekitar empat persen dari konsumsi normal harian 267 Kilo Liter per hari," katanya.

Ant
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
16 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
18 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
18 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
31 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
54 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved