Pabrik Kerupuk Kedapatan Pakai Elpiji 3 Kg

Sabtu, 21 Februari 2015 - 10:25 WIB
Pabrik Kerupuk Kedapatan...
Pabrik Kerupuk Kedapatan Pakai Elpiji 3 Kg
A A A
CIMAHI - Pabrik kerupuk di Kampung Paku Haji Lebak, RT04/17, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, ke dapatan menggunakan elpiji 3 kilogram (kg) saat dilakukan operasi mendadak (sidak) kemarin.

Sidak dilakukan oleh Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskoperindagtan) Kota Cimahi bersama perwakilan dari PT Pertamina dan perwakilan Hiswana Migas. Pada sidak tersebut, Kadiskoperindagtan Huzein Rachmadi bersama Sales Eksekutif Elpiji Pertamina Bandung Raya Probo Prasidahayu dan agen Hiswana Migas Adang Kosasih, langsung memeriksa tempat proses produksi kerupuk yang bernama Kerupuk Basreng 268 tersebut.

Di tempat produksi tersebut, didapati beberapa elpiji 3 kg yang sedang digunakan untuk menggoreng krupuk. Berdasarkan pengakuan dalam dua hari pabrik krupuk ini bisa menghabiskan 25 sampai 50 tabung elpiji 3 kg.

Akibat hal tersebut, Kadiskoperindagtan dan pihak Pertamina memasang stiker berupa larangan menggunakan elpiji 3 kg bagi usaha industri. Huzein mengatakan, pabrik ini dalam satu hari menghabiskan bahan baku sebanyak satu ton. Sedang untuk pelanggaran pemakaian elpiji 3 kg paling sedikit menghabiskan 50 tabung dalam dua hari.

“Jika dua hari bisa menghabiskan 50 tabung elpiji tiga kilogram, dalam sebulan bisa berapa ratus tabung dan itu tidak diperbolehkan untuk industri,” tegas Huzein. Dia mengatakan, kasus penggunaan elpiji 3 kg yang melanggar aturan seperti ini sebetulnya banyak namun pihaknya ingin melihat dimana tempat yang paling banyak menggunakan penyalahgunaannya.

Atas temuannya ini, pihaknya akan melakukan pembinaan dan penertiban kepada para pelaku usaha. Sementara itu Probo mengaku rutin melakukan sidak seperti ini bersama Pemkot Cimahi. Dalam sidaknya tersebut, pihaknya tidak hanya memantau bidang industri semata namun juga sejumlah usaha kuliner yang omzetnya di atas Rp300 juta/tahunnya. “Kami lakukan sidak ini tidak hanya industri saja, tetapi juga ke rumah makan yang omzetnya di atas Rp300 juta/tahun,” ungkapnya.


Nur azis
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
27 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
5 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved