Polemik Salat di Tiga Waktu Bisa Picu Kebencian

Rabu, 18 Februari 2015 - 17:59 WIB
Polemik Salat di Tiga...
Polemik Salat di Tiga Waktu Bisa Picu Kebencian
A A A
SURABAYA - Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminatif (JIAD) Jawa Timur Aan Anshori menganggap polemik salat di tiga waktu harus segera diselesaikan dengan cara dialog karena bisa memicu kebencian.

"Saya kuatir situasi ini akan dimanfaatkan oleh kekuatan intoleran yang mau mengacak-cak Kabupaten Jombang. Kepada para tokoh agama dan masyarakat untuk tidak terprovokasi yang ingin menyebar kebencian dengan kelompok lain," kata Aan, Rabu (17/2/2015).

Dia menjelaskan, terkait salat di tiga waktu ini memang terjadi perbedaan di kalangan ahli Fiqih.

Salat di tiga waktu yang dimaksud adalah penggabungan salat atau jamak yang menggabungkan salat Zuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya.

Ada pendapat yang menyatakan penggabungan salat itu boleh dilakukan namun dengan ketentuan seperti sakit, dalam perjalanan atau yang lain.

"Ada kelompok lain yang memiliki argumentasi yang kuat bahwa Nabi pernah melakukan penggabungan salat tanpa terpenuhinya syarat-syarat syar'i itu. Pendapat ini juga kredibel dan argumentasi yang kuat," jelas Dewan Ahli Ikatan Sarjana Nahdhotul Ulama (ISNU) ini.

Aan menyebut, perbedaan dalam aspek Fiqihiyyah merupakan hal yang wajar dalam spektrum hukum Islam.

Namun demikian dalam konteks konteks konstitusi yang menjamin kuat kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagaimana pada Pasal 28e UUD 1945.

Permasalahan ini sedapat mungkin disikapi secara dewasa dan mengedepankan dialog. Penyikapan yang bersifat menghakimi dalam bentuk penyesatan justru akan menciptakan situasi yang kontraproduktif bagi kondusivitas Jombang.

"Semua pihak perlu mengedepankan sikap Tawassuth (moderat), Tawazzun (proporsional), dan itidal (bersikap adil) dalam menyikapi polemik salat di tiga waktu itu," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
3 Film tentang Nabi...
3 Film tentang Nabi Palsu, Nomor 2 Terinspirasi Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved