Isu Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg Bikin Pedagang Kecil Khawatir
Senin, 02 Februari 2015 - 11:22 WIB
Isu Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg Bikin Pedagang Kecil Khawatir
A
A
A
MEDAN - Para pedagang kecil khawatir dengan adanya isu kenaikan harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram (kg).
Terlebih, sebelumnya elpiji 3 kg sulit ditemukan di pasaran. Pedagang gorengan di kawasan Jalan Asrama Medan Helvetia, Wanda, 36, mengungkapkan, harga elpiji 3 kg saat ini sudah mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 di tingkat pengecer. Alhasil, dia harus menaikkan harga makanan yang dijualnya agar menutup modal dagangannya. “Sebetulnya mau menaikkan harga tidak enak sama pembeli. Tapi di sisi lain kalau harganya tidak dinaikkan, kami pasti rugi,” ucapnya, Minggu (1/2).
Bahkan, sambung Wanda, harga elpiji 3 kg tergolong bermacam- macam, berkisar antara Rp16.000–Rp20.000. Kondisi ini membuat pedagang kecil seperti dirinya bingung. Lantaran harga elpiji berbeda-beda, ongkos produksi juga berbeda setiap harinya.
Terkait hal ini, salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Jalan Letjen Jamin Ginting, Anto, membenarkan kekhawatiran terkait isu kenaikan elpiji subsidi. Sebab, pasokan elpiji 3 kg sulit diperoleh dan harganya naik. “Saya masih bingung. Belum naik saja sulit kami mendapatkan pasokan dari agen, apalagi naik. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena semua keputusan di tangan pemerintah dan Pertamina,” ungkap dia.
Anto hanya berharap harga elpiji 3 kg tidak naik karena sasarannya untuk warga menengah ke bawah dan pelaku UKM (usaha kecil menengah). Apalagi sebelumnya pemerintah sudah menurunkan harga elpiji 12 kg.
"Saya tidak setuju jika dinaikkan, karena berkaitan dengan warga menengah ke bawah. Aneh saja jika kemarin elpiji 12 kg diturunkan, kok elpiji 3 kg dinaikkan,” tandasnya.
Siti Amelia
Terlebih, sebelumnya elpiji 3 kg sulit ditemukan di pasaran. Pedagang gorengan di kawasan Jalan Asrama Medan Helvetia, Wanda, 36, mengungkapkan, harga elpiji 3 kg saat ini sudah mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 di tingkat pengecer. Alhasil, dia harus menaikkan harga makanan yang dijualnya agar menutup modal dagangannya. “Sebetulnya mau menaikkan harga tidak enak sama pembeli. Tapi di sisi lain kalau harganya tidak dinaikkan, kami pasti rugi,” ucapnya, Minggu (1/2).
Bahkan, sambung Wanda, harga elpiji 3 kg tergolong bermacam- macam, berkisar antara Rp16.000–Rp20.000. Kondisi ini membuat pedagang kecil seperti dirinya bingung. Lantaran harga elpiji berbeda-beda, ongkos produksi juga berbeda setiap harinya.
Terkait hal ini, salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Jalan Letjen Jamin Ginting, Anto, membenarkan kekhawatiran terkait isu kenaikan elpiji subsidi. Sebab, pasokan elpiji 3 kg sulit diperoleh dan harganya naik. “Saya masih bingung. Belum naik saja sulit kami mendapatkan pasokan dari agen, apalagi naik. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena semua keputusan di tangan pemerintah dan Pertamina,” ungkap dia.
Anto hanya berharap harga elpiji 3 kg tidak naik karena sasarannya untuk warga menengah ke bawah dan pelaku UKM (usaha kecil menengah). Apalagi sebelumnya pemerintah sudah menurunkan harga elpiji 12 kg.
"Saya tidak setuju jika dinaikkan, karena berkaitan dengan warga menengah ke bawah. Aneh saja jika kemarin elpiji 12 kg diturunkan, kok elpiji 3 kg dinaikkan,” tandasnya.
Siti Amelia
(ftr)