Dua Daerah Tolak Status KLB Demam Berdarah

Jum'at, 30 Januari 2015 - 16:38 WIB
Dua Daerah Tolak Status...
Dua Daerah Tolak Status KLB Demam Berdarah
A A A
NGANJUK - Dua pemerintah kabupaten di Jawa Timur menolak keputusan Gubernur Jatim yang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah di daerah mereka.

Dua daerah tersebut adalah Jombang dan Nganjuk. Selain masalah anggaran, para kepala daerah menolak penetapan KLB karena angka penderita demam berdarah di dua daerah tersebut kini sudah menurun.

Menurut Sekda Kabupaten Jombang Ita Triwibawati, Pemkab Jombang berharap Gubernur Jatim Soekarwo membatalkan keputusannya.

Meski di Kabupaten Jombang ada empat korban yang meninggal dunia akibat demam berdarah, namun hingga saat ini angka penderita demam berdarah di wilayah tersebut terus mengalami penurunan.

Jika pada awal bulan Januari jumlah pasien yang masuk ke RSUD Jombang mencapai lebih dari 70 pasien, saat ini pasien yang dirawat hanya tinggal 21 orang.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jombang juga mengaku belum memiliki kesiapan terkait anggaran jika demam berdadah di daerah tersebut disebut sebagai kejadian luar biasa.

"Misalnya, (anggaran) untuk melakukan fogging secara menyeluruh di wilayah kabupaten atau kegiatan yang lainnya," kata Ita, Jumat (30/1/2015).

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus. Menurutnya, meski jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Nganjuk saat ini tergolong tinggi, lebih dari 116 pasien dalam satu bulan, namun dibandingkan bulan Januari tahun 2014 jumlah tersebut masih lebih rendah.

Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyatakan belum tepat waktunya jika harus ditetapkan KLB.

Namun, meski menolak menetapkan KLB, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berjanji terus melakukan upaya maksimal untuk mengantisipasi serangan demam berdarah agar tidak semakin mewabah.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim telah menetapkan 15 daerah berstatus KLB demam berdarah. Ke-15 daerah tersebut adalah Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pamekasan.

Kemudian, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lamongan, serta Kota Mojokerto.
(zik)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Indonesia Negara dengan...
Indonesia Negara dengan Kasus DBD Tertinggi di Dunia
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
17 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
43 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved