PPP Romi Ancam Polisikan Kubu SDA
Jum'at, 30 Januari 2015 - 13:23 WIB
PPP Romi Ancam Polisikan Kubu SDA
A
A
A
SURABAYA - Pengurus DPW PPP Jatim kubu Romahurmuzy (Romi) berencana melaporkan kubu Suryadharma Ali (SDA) ke polisi. Mereka menilai pengambilalihan kantor DPW PPP di Jalan Kendangsari Surabaya sebagai tindakan kriminal.
Siang kemarin, massa kubu SDA membuka paksa pintu kantor DPW yang sehari-hari ditempati pengurus versi Romi di Jalan Kendangsari Surabaya. Mereka mendatangkan tukang kunci agar gedung bisa digunakan untuk menggelar kegiatan yang akan dihadiri SDA selaku ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) DPP PPP. Tidak ada perlawanan atas aksi itu.
Pasalnya, sejumlah pengurus sedang tidak ada. Ketua DPW PPP Jatim kubu Romi, Musyafak Noer menyatakan, kubu SDA telah melakukan kebohongan publik. Menurut dia, agenda pertemuan kubu SDA yang diklaim dihadiri DPC PPP se-Jawa Timur tidak benar. “Mereka mengklaim pertemuan dihadiri pengurus DPC se- Jatim. Padahal mereka semua yang hadir bukan pengurus DPC,” katanya.
Musyafak menegaskan, acara pertemuan dalam konsolidasi Pilkada 2015 dan penjelasan progres status hukum DPP PPP itu adalah ilegal dan tanpa izin resmi dari partai. “Secepatnya, kami akan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi untuk melaporkan mereka ke Polda Jatim. Ini sudah ada bukti perusakan, paksaan, dan sebagainya. Ini hanya manuver SDA yang ingin mengganggu ketenangan PPP Jatim,” kata dia.
Ditemui seusai pertemuan, SDA menyatakan tidak takut dengan ancaman kubu Romi. Sebab beberapa waktu lalu, dia pun telah melaporkan kubu Romi ke Bareskrim Mabes Polri terkait polemik di partainya. Alasannya, Romi telah menggunakan foto-fotonya saat menggelar Muktamar PPP di Surabaya.
“Karena dengan memasang foto, saya dianggap telah mendukung muktamar di Surabaya. Kami juga menggugat surat dari Menkumham kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengesahkan kubu Romi. Kami yakin satu juta persen akan menang karena konflik di partai politik itu harus diselesaikan secara internal, bukan oleh pemerintah,” ujar SDA.
Dia juga menegaskan, agenda pertemuan di kantor DPW PPP Jatim kemarin bukan kegiatan kriminal. Sebab yang menggelar kegiatan adalah pemilik sah kantor itu. “Bertemu dengan pengurus DPP, DPW, dan DPC yang sah. Jadi sudah tepat kami menggelar pertemuan di kantor ini, DPW PPP Jatim,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah mendatangi ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjelaskan situasi internal partai. KPU menyatakan tidak memiliki kompetensi untuk menilai konflik internal PPP.
“Kami juga ke Bawaslu untuk menceritakan konflik internal. PPP telah diacak-acak, untuk itu kami minta perlindungan ke Bawaslu agar tidak gegabah menerima surat PAW. Sedangkan apa yang terjadi di Panwaslu menjadi pantauan Bawaslu,” kata SDA.
Ihya’ Ulumuddin
Siang kemarin, massa kubu SDA membuka paksa pintu kantor DPW yang sehari-hari ditempati pengurus versi Romi di Jalan Kendangsari Surabaya. Mereka mendatangkan tukang kunci agar gedung bisa digunakan untuk menggelar kegiatan yang akan dihadiri SDA selaku ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) DPP PPP. Tidak ada perlawanan atas aksi itu.
Pasalnya, sejumlah pengurus sedang tidak ada. Ketua DPW PPP Jatim kubu Romi, Musyafak Noer menyatakan, kubu SDA telah melakukan kebohongan publik. Menurut dia, agenda pertemuan kubu SDA yang diklaim dihadiri DPC PPP se-Jawa Timur tidak benar. “Mereka mengklaim pertemuan dihadiri pengurus DPC se- Jatim. Padahal mereka semua yang hadir bukan pengurus DPC,” katanya.
Musyafak menegaskan, acara pertemuan dalam konsolidasi Pilkada 2015 dan penjelasan progres status hukum DPP PPP itu adalah ilegal dan tanpa izin resmi dari partai. “Secepatnya, kami akan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi untuk melaporkan mereka ke Polda Jatim. Ini sudah ada bukti perusakan, paksaan, dan sebagainya. Ini hanya manuver SDA yang ingin mengganggu ketenangan PPP Jatim,” kata dia.
Ditemui seusai pertemuan, SDA menyatakan tidak takut dengan ancaman kubu Romi. Sebab beberapa waktu lalu, dia pun telah melaporkan kubu Romi ke Bareskrim Mabes Polri terkait polemik di partainya. Alasannya, Romi telah menggunakan foto-fotonya saat menggelar Muktamar PPP di Surabaya.
“Karena dengan memasang foto, saya dianggap telah mendukung muktamar di Surabaya. Kami juga menggugat surat dari Menkumham kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengesahkan kubu Romi. Kami yakin satu juta persen akan menang karena konflik di partai politik itu harus diselesaikan secara internal, bukan oleh pemerintah,” ujar SDA.
Dia juga menegaskan, agenda pertemuan di kantor DPW PPP Jatim kemarin bukan kegiatan kriminal. Sebab yang menggelar kegiatan adalah pemilik sah kantor itu. “Bertemu dengan pengurus DPP, DPW, dan DPC yang sah. Jadi sudah tepat kami menggelar pertemuan di kantor ini, DPW PPP Jatim,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah mendatangi ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjelaskan situasi internal partai. KPU menyatakan tidak memiliki kompetensi untuk menilai konflik internal PPP.
“Kami juga ke Bawaslu untuk menceritakan konflik internal. PPP telah diacak-acak, untuk itu kami minta perlindungan ke Bawaslu agar tidak gegabah menerima surat PAW. Sedangkan apa yang terjadi di Panwaslu menjadi pantauan Bawaslu,” kata SDA.
Ihya’ Ulumuddin
(ftr)