Rumah di Pekalongan Terendam Banjir

Kamis, 22 Januari 2015 - 10:37 WIB
Rumah di Pekalongan...
Rumah di Pekalongan Terendam Banjir
A A A
PEKALONGAN - Hujan deras yang setiap hari mengguyur Kota Pekalongan selama dua pekan terakhir mengakibatkan 1.000 lebih rumah warga di dua kecamatan terendam.

Air merendam sejumlah wilayah tersebut akibat hujan yang hampir setiap hari di kota batik itu. “Sudah sekitar dua Minggu daerah sini terendam. Sejak 4 Januari, airnya sulit dibuang. Jadi kawasan sini tergenang terus,” kata Undi, 40, warga Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kecamatan Pekalongan Barat, kemarin.

Dia mengungkapkan, hingga kemarin sore, warga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Warga juga belum berencana mengungsi. “Kalau ngungsi nanti kami makannya bagaimana,” katanya. Warga lainnya, Fatonah, 36, mengatakan, ketinggian banjir di pelataran rumahnya rata-rata sekitar 30-40 cm.

Sementara di dalam rumah tinggi genangan hingga selutut orang dewasa. “Kami masak terpaksa di atas meja. Kalau tidak ya terendam. Anak-anak berangkat sekolah harus pakai sandal jepit. Kalau tidak, sepatunya basah. Kami berharap ada bantuan logistik dan pakaian. Sebab kami tiga hari ini belum ganti baju,” ungkapnya.

Terpisah, Lurah Pasir Kraton Kramat, Eko Kasianto mengatakan, ketinggian air yang merendam rumah warga mulai menyusut, yakni antara 20-50 cm. “Tadi pagi (kemarin) sudah ada warga yang menanyakan bantuan. Tapi memang belum ada bantuan sama sekali. Sebab salah satu syarat mendapatkan bantuan adalah ada warganya yang mengungsi,” ujarnya.

Camat Pekalongan Utara, Joko setiawan menambahkan, hampir seluruh kelurahan yang terdapat di Kecamatan Pekalongan Utara terendam air. Ketujuh kelurahan itu, yakni Degayu, Padukuhan Kraton, Krapyak, Kandangpanjang, Panjang Wetan, Panjang Baru, dan Bandengan.

“Yang paling banyak terendam adalah Kelurahan Pasir Kraton Kramat, yakni mencapai 450 rumah dan Kelurahan Bandengan mencapai 300 rumah. Sedangkan sebagian yang terendam lainnya, yakni Kelurahan Panjang Wetan dan Panjang Baru,” ujarnya.

Sementara di Kendal, hujan deras mengakibatkan ruas jalan di jalur pantura rusak dan berlubang. Dari pantauan KORAN SINDO , kerusakan jalan terjadi di dua arah mulai di Arteri Kaliwungu hingga Kecamatan Weleri. Padahal jalan pantura di Kabupaten Kendal baru selesai diperbaiki pada akhir tahun 2014.

Kerusakan kembali terjadi di jalan yang beraspal, terutama di Kaliwungu, Brangsong, Cepiring, dan wilayah Kota Kendal. Titik kerusakan sebagian sudah diberi tanda dan ditambal oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, di antaranya di kawasan Kaliwungu dan Brangsong.

Namun, titik kerusakan yang belum mendapat perbaikan oleh warga diberi tanda, salah satunya dengan ditanami pohon, yakni di Jalan Pemuda tepatnya di depan Rumah Dinas Bupati Kendal. “Kerusakan jalan sudah terjadi sejak sepekan lalu. Rusaknya berlubang dan sebagian bergelombang. Kondisi ini berbahaya karena pas hujan lubang itu tertutup air, jadi membahayakan bagi pengendara motor,” kata Supriyadi, warga Jalan Pemuda, kemarin.

Selain hujan deras, kerusakan juga diakibatkan lalu lintas kendaraan besar dengan bermuatan berat. “Jadi, saat musim hujan dapat mengakibatkan kerusakan jalan,” ujarnya.

Budi S, salah seorang warga Kaliwungu mengatakan, jalan di Kabupaten Kendal mudah mengalami kerusakan, baik jalan provinsi maupun kabupaten. Namun, selama ini hanya diperbaiki dengan sistem tambal sulam. “Padahal tambal sulam itu tidak efektif. Saya lihat hari ini diperbaiki dua hari kemudian sudah rusak lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memperbaiki jalan dengan total, yaitu meneliti atau menyurvei untuk menentukan sistem perbaikan yang akan dilakukan. “Kalau harus dibeton ya dibeton. Jangan hanya tambal sulam,” katanya.

Prahayuda Febrianto/ Wikha Setiawan
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
9 menit yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
11 menit yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
50 menit yang lalu
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
2 jam yang lalu
Operasi Patuh Jaya 8-21...
Operasi Patuh Jaya 8-21 Juni 2026, Pengendara Copot Pelat Nomor Jadi Target
4 jam yang lalu
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved