APBSU Targetkan Medan Jadi Ikon Batu Cincin Nasional

Senin, 19 Januari 2015 - 10:09 WIB
APBSU Targetkan Medan...
APBSU Targetkan Medan Jadi Ikon Batu Cincin Nasional
A A A
MEDAN - Asosiasi Pecinta Batu Permata Sumatera Utara (APBPSU) menargetkan Kota Medan menjadi ikon batu cincin nasional.

Untuk mewujudkan hal itu, APBPSU menggelar pameran batu cincin terpadu di Grand Palladium, mulai 22-25 Januari 2015. Ketua Umum APBPSU Marojahan Batubara mengatakan, target menjadikan Kota Medan sebagai ikon batu cincin nasional diharapkan memotivasi perajin untuk berkreasi dan memproduksi batu cincin berkualitas.

“Saya yakin, Medan akan menjadi pusat pasar batu terbesar kedua di Indonesia setelah Rawabening Pasar Jatinegara, Jakarta,” katanya saat keterangan pers di Grand Palladium, Minggu (118/1). Pria yang akrab disapa Ojak ini berharap melalui pameran ini mengangkat derajat perajin dan komunitas batu cincin di Sumut, khususnya Medan.

Apalagi pameran kali ini diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Setiap daerah, kata Ojak, sudah mengklaim memiliki batu dengan kualitas terbaik, di antaranya biosolar dari Aceh, bacang (Maluku Utara), kalimaya opal (Banten), panca warna (Garut), dan teratai serta chalcedony dari Sumut. “Nanti masyarakat akan melihat langsung keung-gulan setiap batu ini. Walau sebenarnya setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri,” katanya.

Dia mengatakan batu cincin memiliki empat unsur utama, yakni warna batu, pancaran batu, keutuhan batu, dan tingkat kesulitan mendapatkan batu. “Ini yang menjadi nilai bagi sebuah batu. Perhatikan unsur keempatnya saat memilih batu,” ujarnya.

Sekretaris APBPSU Helmi Syahrial menambahkan, kompetisi ini akan dibuka sekaligus memperebutkan Piala Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin. Dia memastikan penilaian akan adil karena dipimpin juri berpengalaman nasional. Adapun Bendahara APBPSU Hadi Suwandi mengatakan, kualitas batu cincin di Sumut tidak kalah dengan daerah lainnya.

Hal tersebut didapat di kawasan Kabupaten Langkat dan Madina yang mendominasi. “Di Langkat itu ada di Sungai Pantai Kodok dan Pantai Putri Sawit Seberang. Di sana banyak terdapat batu teratai dan chalsedony dengan aneka warna,” katanya.

Haris Dasril
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 menit yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
29 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved