Jadi Bisnis Menggiurkan

Minggu, 18 Januari 2015 - 10:30 WIB
Jadi Bisnis Menggiurkan
Jadi Bisnis Menggiurkan
A A A
AKTIVITAS perburuan batu tawon, teratai dan batu chalcedony lainnya telah menjadi daya pikat tersendiri. Masyarakat yang tadinya takut beraktivitas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Rupit Kabupaten Muratara saat malam hari, kini tidak lagi.

Sejak booming batu akik, hampir di sepanjang Jalinsum Rupit Kabupaten Muratara nampak jelas penjual batu akik khas Muratara berjajar menjajakan batu-batu nan memikat. Moment ini tak disia-siakan warga, H Buslagani,46, warga Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara. Menurutnya, baru tiga bulan terakhir dia menjadi pengumpul batu khas Muratara dari para penambang.

Sebelumnya dia memiliki usaha minimarket kecil. Namun, melihat banyaknya penambang batu akik akhirnya dirinya berusaha membuka usaha pengumpul batu akik. Menurutnya, jika menjadi pengumpul nilai jual bahan batu batu hias tidak seberapa dibandingkan jika batu telah diolah menjadi perhiasan. Jika dari tangan penambang harga batu tersebut sebesar Rp20.000 per kilogramnya, namun setelah diolah menjadi perhiasan harganya menjadi Rp100.000,- per buah.

Sebagai putra daerah Muratara bersama KRJ Gemstone dia berniat membuka wawasan masyarakat, memberikan pembelajaran mengelola batu khas Muratara menjadi perhiasan dan melestarikan batu-batu tersebut agar tidak dieksploitasi keluar negeri bahkan dijarah. Sebab, bahan baku batu hias Teratai, Tawon dan batu berkelas lainnya mulai sulit diperoleh.

Jika dilihat sejarahnya menambang batu Tawon dan Teratai bukan hal baru dimasyarakat Muratara. Sebab, sudah ada warga yang dahulunya mencari batu untuk dijual menjadi perhiasan sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, harganya masih murah dan pasarnya hanya di kalangan pengrajin lokal saja dan belum semodern sekarang yang menjanjikan. Batu ini tidak mudah ditemukan karena tidak berada di permukaan tanah. Melainkan di dalam permukaan tanah.

Para penambang batu biasanya berjumlah 3-4 orang. Mereka membawa besi behel yang dimodifikasi runcing dengan panjang 1 meter. Selanjutnya batu-batu inilah yang dijual ke pengumpul dan dijual kembali kepada masyarakat sekitar atau luar Sumatera Selatan (Sumsel) seperti Pulau Jawa seperti Jakarta dan Sukabumi. Bahkan keluar negeri seperti Taiwan, Korea dan Jepang. Sedangkan, Yanli,40, warga Jalan Kenanga 1 Gang Kasih Kelurahan Senalang Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 mengungkapkan dirinya tertarik menjadi pengumpul batu Tawon dan Teratai karena warna dan corak batu yang ada.

Mayoritas batu diperoleh dari pengumpul di Desa Karang Jaya. ”Batu yang bagus banyak ditemukan. Semua berasal dari Desa Karang Jaya. Batu-batu tersebut seperti batu Teratai bunga besar dan tunggal warna hijau, ungu, merah dan merah muda,” jelas Yanli.

Hengky chandra agoes
(ars)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
5 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
5 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
6 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
6 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
7 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved