Kowal dalam Kapal Perang Diperbanyak

Kamis, 15 Januari 2015 - 12:55 WIB
Kowal dalam Kapal Perang...
Kowal dalam Kapal Perang Diperbanyak
A A A
SURABAYA - Jumlah anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dalam memperkuat armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) akan diperbanyak jumlahnya.

Kebijakan ini memperkuat keberadaan Kowal yang sejajar dengan para pria dalam kesatuan matra laut tersebut. Penambahan ini disampaikan Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr Ramelan, Laksamana Madya (K/W) dr Sulantari selaku Kowal senior seusai upacara militer Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Kowal di Lapangan Aru, Akademi Angkatan Laut (AAL), kemarin.

Menurutnya, sekarang ini baru ada delapan Kowal yang memperkuat KRI. “Sementara ini jumlah Kowal di kapal belum banyak. Sekarang baru delapan dari bintara. Tahun 2017 akan lulus 18 taruni untuk Kowal di wilayah (Armada) barat dan timur,” kata Sulantari.

Mantan Wakil Kepala Bidang Medik (Wakamedik) Rumkital Dr Ramelan ini lantas merinci KRI yang akan diperkuat Kowal, di antaranya KRI dr Soeharso-990, KRI Surabaya- 591, KRI Banda Aceh-593, KRI Makassar-590, dan lainnya. “Ke depan taruni bisa menjadi perwira kapal. Semua melalui persaingan sehat,” kata dokter spesialis THT ini.

Pemantapan level Kowal dengan pria di TNI AL juga untuk memantapkan target pemerintahan Presiden Joko Widodo mewujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia. Selain itu, menguatkan posisi TNI AL berkelas dunia sebagaimana yang dicanangkan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI (Purn) Marsetio.

“Jadi ke depan Kowal juga berkelas dunia. Selama ini banyak Kowal yang sudah terlibat aktif dalam misi internasional, seperti bertugas ke Lebanon. Banyak Kowal sukses meraih gelar doktor,” katanya.

Sulantari mengapresiasi kebijakan KASAL lama, Laksamana TNI (Purn) Marsetio yang diteruskan KASAL Laksamana Madya Ade Supandi, yakni memberi kesempatan seluasluasnya bagi Kowal mengembangkan karier setara dengan pria di lingkung TNI AL. Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah selaku inspektur upacara menyampaikan amanat KASAL Laksamana Madya Ade Supandi.

“Kiprah kaum wanita selalu mendapatkan tempat dalam berbagai pekerjaan. Yang semula didominasi laki-laki sekarang dikerjakan wanita. Ada kesetaraan gender, tidak terkecuali Korps Wanita Angkatan Laut, Kowal. Kowal sekarang dapat kesempatan sama dengan kaum pria sebagai pengawal samudra,” ujar Rudy.

Terkait bakal ditambahnya jumlah Kowal dalam kapal perang, Rudy berpesan ke Kowal supaya menyesuaikan aturan dan kondisi kapal perang. “Kowal harus sigap, tangkas dengan ABK (anak buah kapal) kapal perang. Dibalik keberhasilan Kowal, jangan lupa kodrat. Tugas tetap menjadi pendamping suami. Bina keharmonisan dalam rumah tangga, dan jadi pendidik bagi anak-anak,” kata Rudy.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
43 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
57 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved