Larangan Nyeberang Jalan Belum Siap

Sabtu, 10 Januari 2015 - 11:16 WIB
Larangan Nyeberang Jalan...
Larangan Nyeberang Jalan Belum Siap
A A A
BOGOR - Larangan menyeberang sembarangan yang diterapkan Pemkot Bogor di Jalan Kapten Muslihat, tepatnya kawasan Stasiun Bogor terus menuai kontroversi. Polres Bogor Kota meminta untuk mengkaji terlebih dahulu kebijakan tersebut.

Meski demikian, Polres Bogor Kota menyambut positif kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarta tersebut. ”Pengkajian itu menyangkut infrastruktur atau sarana prasarana pendukung agar larangan menyeberangan jalan di sembarang tempat itu efektif,” kata Kapolres Bogor Kota AKBP Irsan, kemarin.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kota Irwandi mengatakan, kebijakan itu sangat membantu polisi mengurai ke macetan di Jalan Kapten Muslihat. Terkait payung hukum, lanjut Irwandi, selain Perwali dan Perda, sebetulnya di UU No 22/ - 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah diatur bagi para pejalan kaki untuk tidak menyeberang sembarangan.

”Di undang-undang lalu lintas sudah jelas, buat yang mau nyeberang ada zebra cross dan jembatan penyeberangan. Dan sank sinya pun sudah diatur,” jelasnya. Kebijakan larangan menyeberang sembarangan ini dikeluarkan lantaran di Jalan Kapten Muslihat, selalu menjadi kemacetan sepanjang hari. Banyaknya warga yang menyeberang sembarangan dan angkot ngetem menjadi biang keladi kemacetan di wilayah itu.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakperda) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat pol PP) Kota Bogor, Ayep Ruhiyat mengaku, pihaknya belum siap melakukan penegakan perda lantaran minimnya personel yang bertugas di lapangan. Kekurangan personel ini karena Satpol PP juga mengawasi dan menjaga pasar dari PKL.

”Untuk saat ini kami, paling hanya melakukan dan memberikan teguran saja pada pejalan kaki yang menyeberang sembarangan,” tuturnya. Ayep mengaku, payung hukum penerapan dan pemberian sanksi atau denda Perda No 8/2006 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

”Dasar hukum yang digunakan untuk menjerat hal itu sementara adalah Perda Tibum yang harus dilakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) sementara kami selaku penegak perda belum bisa menjalankan semua itu,” jelasnya.

Ayep menjelaskan, untuk sidang tipiring pihaknya harus berkoordinasi dengan Kejak saan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor. Pihaknya kekurangan dana untuk menggelar sidang tipiring. Menurutnya, dalam setahun Pemkot Bogor hanya mengalokasikan dana Rp200 juta dari APBD untuk penegakan perda dan melakukan sidang tipiring.

”Tahun lalu saja anggaran Rp200 juta hanya cukup untuk 8 sidang tipiring PKL dan 10 sidang tipiring kawasan tanpa rokok (KTR) itu pun dananya sebagian besar ditanggung Dinas Kesehatan Kota Bogor,” tandasnya.

Haryudi
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
3 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
3 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
6 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved