Warga Banaran Minta Kejelasan Status tanah

Kamis, 08 Januari 2015 - 10:17 WIB
Warga Banaran Minta...
Warga Banaran Minta Kejelasan Status tanah
A A A
KULONPROGO - Lebih dari 100 hektare lahan di wilayah Desa Banaran Kecamatan Galur status tanahnya tidak jelas. Aliran Sungai Progo telah menenggelamkan tanah letter C milik warga, yang berada di bantaran sungai.

Warga berharap pemerintah bisa memfasilitasi agar tanah wedi kengser di bekas tanah letter C itu, bisa dikembalikan kepada ahli waris yang ada. Sungai Progo merupakan sungai yang cukup besar yang berhulu di Gunung Merapi. Sepanjang tahun, sungai ini tidak pernah kering dan alirannya cukup kuat. Hal inilah yang menjadikan sungai terbesar di DIY ini alirannya tidak menentu.

Terakhir pada erupsi Merapi 2010 silam, aliran Sungai Progo juga mengikis puluhan hektare lahan persawahan milik warga. Saat ini, aliran Sungai Progo jauh dari pekarangan dan tanah mi lik warga. Perubahan aliran ini pun telah memunculkan tanah wedi kengser di bekas tanah letter C milik warga yang sempat digerus aliran air sungai.

“Kami ingin tanah di bekas aliran sungai ini dikembalikan kepada warga,” ujar korlap Paguyuban Kismo Muncul, Hasan Syaifullah kepada Anggota DPRD yang melakukan sidak di kawasan ini.

Warga sudah berupaya melangkah untuk mengurus hakhak atas tanah mereka. Salah satunya meminta kejelasan kepada BPN DIY, Pakualaman hingga ke Pemkab Kulonprogo dan DIY. Namun jawaban yang ada tidak pernah memuaskan karena permasalahan status keistimewaan.

Nyatanya, setelah undang-undang keistimewaan ditetapkan, tidak ada kejelasan akan penyelesaian masalah ini. “Dulu pemprov dan DPRD DIY sudah sidak ke sini, tetapi sampai sekarang tidak ada hasilnya,” katanya.

Warga yang lain Jazil Ahmadi mengatakan, peta wilayah dan status tanah ini lengkap. Dokumen itu pun ada di desa dan warga juga memiliki buktibukti kepemilikan letter C. Warga pemilik tanah dulunya juga membayar pajak atas tanah yang ada. Hingga akhirnya ada perintah dari kades, agar tanah yang tergerus tidak dibayarkan pajak. “Dokumennya ada, karena kami dulu juga membayar pajak,” ucapnya.

Warga saat ini justru dibuat resah dengan adanya pematokan dari Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan ESDM DIY, bersama dengan BPN yang melakukan pematokan calon lokasi JJLS dan titik-titik yang akan menjadi bentang jembatan. Sebelum ada kejelasan status akan tanah, warga tidak akan mengizinkan tanah itu dipakai untuk proyek.

Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengatakan, Dewan siap memfasilitasi keinginan warga di Banaran. Untuk itulah mereka akan melakukan koordinasi dengan eksekutif terkait mekanisme yang ada. Langkah ini perlu dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam hal aturan perundangan yang ada. “Kami akan pertemukan warga dengan eksekutif terkait masalah itu,” ujarnya, yang diamini Ketua Komisi I Suharto.

Sementara itu Kepala DPU Sukoco mengatakan, permasalahan pematokan lahan dan calon lokasi jembatan bukan merupakan kewenangan dari DPU kabupaten. Karena itu akan menjadi proyek jalan nasional, yang menangani adalah DPU DIY. “Kami tidak dilibatkan dalam masalah itu, karena memang bukan kewenangan kami,” tandas Sukoco.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved