MoU KUA-PPAS Gagal Diteken, DPRD Revisi PMP

Rabu, 07 Januari 2015 - 19:28 WIB
MoU KUA-PPAS Gagal Diteken,...
MoU KUA-PPAS Gagal Diteken, DPRD Revisi PMP
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI dan DPRD gagal menandatangani KUA-PPAS karena anggota dewa meminta agar DKI merevisi anggaran PMP.

Dalam rumusan rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Platfon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), pentertaan modal pemerintah (PMP) mencapai 11,3 triliun.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, seluruh badan anggaran (banggar) masih tidak sreg dengan PMP yang ditulis dalam KUA-PPAS yaitu Rp11,3 triliun.

"PMP ya harus diedit lagi ya, PMP itu dikasih ke PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta saja yang lainnya tidak usah," ujar Pras di Gedung DPRD DKI Jakarta lama, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

Hal ini juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Banggar yaitu Mohammad Taufik. Taufik mengatakan enam BUMD lainnya tidak diberikan PMP.

Menurut Taufik, BUMD ini diberikan waktu untuk menggunakan PMP mereka yang terdahulu. Jika PMP digunakan dengan baik, maka nanti bisa diusulkan pada APBD-P 2015 mendatang.

Setidaknya ada 8 BUMD DKI yang masuk dalam KUA-PPAS, yaitu dengan rincian PMP untuk PT MRT Jakarta sebesar Rp4,62 triliun, PT Jakarta Propertindo Rp550 miliar, PD PAL Jaya Rp570 miliar, PT Bank DKI Rp1,5 triliun, PT Transportasi Jakarta Rp2 triliun, PD Pasar Jaya Rp1,08 triliun, PT Jakarta Tourisindo Rp500 miliar dan PT Pembangunan Jaya Ancol Rp500 miliar.

"Untuk PT Transjakarta saya kira tidak usah dikasih sampai Rp2 triliun, kita kasih setengahnya saja," ujar Taufik.

Sehingga semula yang KUA-PPAS mencapai pada nilai Rp77 triliun dapat berkurang hingga Rp73 triliun atau nominal tidak jauh berbeda dengan APBD 2014 yaitu Rp 72,9 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan tidak masalah jika PMP BUMD selain PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta.

"Ya gapapa, mereka kan bisa punya cadangan dan ada juga APBD-P nantinya," pungkasnya.

Menurut Heru, penurunan dari Rp77 triliun ke Rp73 triliun didapatkan dari PMP yang dikurangkan atau dihilangkan tersebut. "Iya dari PMP saja sepertinya," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
34 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved