Penumpang Tujuan Demestik Naik dan Luar Negeri Turun
Senin, 05 Januari 2015 - 11:39 WIB
Penumpang Tujuan Demestik Naik dan Luar Negeri Turun
A
A
A
MEDAN - Jumlah penumpang pesawat di Kualanamu International Airport (KNIA) selama libur Tahun Baru 2015 meningkat sekitar 8% dibandingkan musim liburan Tahun Baru 2014.
“Hingga kini tercatat 10.000-an penumpang per harinya. Sedangkan hari normal, jumlah penumpangnya mencapai 8.000 orang,” ujar Kepala Operasional KNIA, Djamal Amri, kemarin. Berdasarkan data posko Natal dan Tahun Baru KNIA hingga Sabtu (3/1), jumlah penumpang di terminal keberangkatan domestik mencapai 10.535 atau meningkat 8,4% dibanding tahun lalu yang berjumlah 10.266 penumpang.
Sedangkan diterminal kedatangan domestik jumlah penumpang mencapai 10.555 orang atau meningkat 2.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 10. 074 orang. Berbeda dengan di Terminal Internasional, posko Natal dan Tahun Baru KNIA 2014 mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang.
HinggaSabtu(3/1), jumlah penumpang di terminal keberangkatan internasional hanya mencapai 694 orang atau turun 73,3% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 2604 orang. Begitu juga arus penumpang di terminal kedatangan internasional hanya berjumlah 1.187 atau turun 66,9% dibanding jumlah penumpang periode yang sama tahun lalu mencapai 3.585 penumpang.
“Penurunan jumlah arus penumpang di terminal keberangkatan dan terminal kedatangan internasional didasari penurunan jumlah pergerakan arus maskapai penerbangan di terminal internasional yang hanya berjumlah delapan pergerakan maskapai. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan libur Tahun Baru tahun lalu yang berjumlah 27 pergerakan maskapai penerbangan, baik di terminal kedatangan maupun keberangkatan internasional,” kata Djamal.
Begitu juga dengan puncak arus balik penumpang di saat liburan Tahun Baru. Djamal menyebutkan, jumlahnya tidak terlalu membludak dibandingkan hari normal. “Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah arus penumpang kedatangan domestik mencapai 2.206 penumpang. Sedangkan jumlah arus penumpang keberangkatan domestik mencapai 3.330 penumpang. Itu masih data sementara. Data finalnya bisa diketahui besok,” paparnya.
Di sisi lain, sejak dibukanya posko Natal dan Tahun Baru pada 22 Desember 2014, Djamal mengaku belum ada keluhan penumpang yang masuk terkait pelayanan maskapai dan fasilitas bandara. Hanya saja, sejumlah penumpang mengaku kecewa karena akses jalan menuju KNIA sulit dilintasi dikarenakan ada sejumlah pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan.
“Mulai dari simpang kayu besar Tanjung Morawa hingga ke KNIA, seharusnya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan, apalagi sampai memakai badan jalan sehingga membuat akses jalan menjadi terganggu sampai membuat jalan macet,” papar Aswanto,59, salah seorang penumpang Sriwijaya Air.
Aswanto mengaku kecewa karena akses jalan menuju bandara internasional sekelas KNIA belum tertata rapi. “Menurut saya, tidak layaklah akses jalan menuju bandara internasional seperti KNIA ini masih dipadati pedagang, apalagi sampai menggunakan badan jalan,” papar pria yang hendak berangkat ke Jakarta tersebut.
Sementara itu, salah seorang penumpang pesawat lainnya, Reza, 20, menyesalkan kenaikan airport tax dari Rp60.000 menjadi Rp75.000. Pasalnya, kenaikan airport tax tidak dibarengi perbaikan fasilitas di KNIA.
“Masih ada yang rusak belum berfungsi saya lihat, tapi airport tax cepat-cepat dinaikkan. Jangan memikirkan uang saja manajemen KNIA itu,” ujar Reza yang baru usai berlibur di Medan dan hendak kembali ke Jakarta.
Dicky Irawan/ M Andi Yusri
“Hingga kini tercatat 10.000-an penumpang per harinya. Sedangkan hari normal, jumlah penumpangnya mencapai 8.000 orang,” ujar Kepala Operasional KNIA, Djamal Amri, kemarin. Berdasarkan data posko Natal dan Tahun Baru KNIA hingga Sabtu (3/1), jumlah penumpang di terminal keberangkatan domestik mencapai 10.535 atau meningkat 8,4% dibanding tahun lalu yang berjumlah 10.266 penumpang.
Sedangkan diterminal kedatangan domestik jumlah penumpang mencapai 10.555 orang atau meningkat 2.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 10. 074 orang. Berbeda dengan di Terminal Internasional, posko Natal dan Tahun Baru KNIA 2014 mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang.
HinggaSabtu(3/1), jumlah penumpang di terminal keberangkatan internasional hanya mencapai 694 orang atau turun 73,3% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 2604 orang. Begitu juga arus penumpang di terminal kedatangan internasional hanya berjumlah 1.187 atau turun 66,9% dibanding jumlah penumpang periode yang sama tahun lalu mencapai 3.585 penumpang.
“Penurunan jumlah arus penumpang di terminal keberangkatan dan terminal kedatangan internasional didasari penurunan jumlah pergerakan arus maskapai penerbangan di terminal internasional yang hanya berjumlah delapan pergerakan maskapai. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan libur Tahun Baru tahun lalu yang berjumlah 27 pergerakan maskapai penerbangan, baik di terminal kedatangan maupun keberangkatan internasional,” kata Djamal.
Begitu juga dengan puncak arus balik penumpang di saat liburan Tahun Baru. Djamal menyebutkan, jumlahnya tidak terlalu membludak dibandingkan hari normal. “Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah arus penumpang kedatangan domestik mencapai 2.206 penumpang. Sedangkan jumlah arus penumpang keberangkatan domestik mencapai 3.330 penumpang. Itu masih data sementara. Data finalnya bisa diketahui besok,” paparnya.
Di sisi lain, sejak dibukanya posko Natal dan Tahun Baru pada 22 Desember 2014, Djamal mengaku belum ada keluhan penumpang yang masuk terkait pelayanan maskapai dan fasilitas bandara. Hanya saja, sejumlah penumpang mengaku kecewa karena akses jalan menuju KNIA sulit dilintasi dikarenakan ada sejumlah pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan.
“Mulai dari simpang kayu besar Tanjung Morawa hingga ke KNIA, seharusnya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan, apalagi sampai memakai badan jalan sehingga membuat akses jalan menjadi terganggu sampai membuat jalan macet,” papar Aswanto,59, salah seorang penumpang Sriwijaya Air.
Aswanto mengaku kecewa karena akses jalan menuju bandara internasional sekelas KNIA belum tertata rapi. “Menurut saya, tidak layaklah akses jalan menuju bandara internasional seperti KNIA ini masih dipadati pedagang, apalagi sampai menggunakan badan jalan,” papar pria yang hendak berangkat ke Jakarta tersebut.
Sementara itu, salah seorang penumpang pesawat lainnya, Reza, 20, menyesalkan kenaikan airport tax dari Rp60.000 menjadi Rp75.000. Pasalnya, kenaikan airport tax tidak dibarengi perbaikan fasilitas di KNIA.
“Masih ada yang rusak belum berfungsi saya lihat, tapi airport tax cepat-cepat dinaikkan. Jangan memikirkan uang saja manajemen KNIA itu,” ujar Reza yang baru usai berlibur di Medan dan hendak kembali ke Jakarta.
Dicky Irawan/ M Andi Yusri
(ftr)