Pendaki Utak Atik Reflektor Gunung Merapi

Minggu, 04 Januari 2015 - 16:32 WIB
Pendaki Utak Atik Reflektor...
Pendaki Utak Atik Reflektor Gunung Merapi
A A A
YOGYAKARTA - Reflektor Merapi, peralatan milik Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta diotak atik tangan jahil.

Ditengarai, ulah para pendaki yang senggaja mengutak atik peralatan untuk mengukur aktivitas Gunung Merapi tersebut.

Kasie Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa menyebut ada enam titik terpisah tempat reflektor dipasang mengingkari Puncak Merapi.

Mulai dari sisi timur ada di Merian, kemudian tenggara di Deles, bagian selatan di Kaliurang, sebelah barat terpasang di Babadan, dan bagian utara terpasang di Jrakah dan Selo.

"Ada enam titik pemasangan, dan itu semua saling melengkapi satu sama lain," katanya dikonfirmasi Minggu (4/1/2014).

Agus menyebut hanya ada satu titik, yakni di Selo, peralatan pendeteksi Gunung Merapi tersebut dirubah, sehingga tidak berfungsi sama sekali. Hal itu terdeteksi sejak malam pergantian tahun baru 2014-2015 lalu.

"Malam tahun baru tidak berfungsi, pasti ada yang merubah ini. Peralatannya digeser arahnya ke atas, jadi tidak berfungsi," katanya.

Pihaknya sudah mengecek ke lokasi titik pemasangan. Ternyata benar, peralatan sudah berubah arah dan tak bisa berfungsi optimal. Selanjutnya, tim teknisi memperbaiki dengan memposisikan ke arah yang benar.

"Kita juga sudah pasang rambu peringatan, tapi kok ya masih ada yang mengutak-atik, padahal peralatan itu sangat penting," timpalnya.

Reflektor, kata Agus, begitu penting karena untuk mengetahui aktifitas Merapi saat erupsi.? Selain itu, peralatan tersebut untuk mengukur jarak satu titik ke titik lain, sebab kondisi alam di Gunung Merapi bisa berubah-ubah.

"Jika jarak semakin besar, maka gunung mengempis. Kalau jaraknya semakin pendek maka gunung itu mengembang," jelasnya.

Biasanya, kata Agus, sebelum erupsi atau terjadi peningkatan aktifitas gunung, jarak semakin pendek karena ada tekanan dari dalam perut Merapi.

Prinsipnya, kata Agus, peralatan tersebut begitu membantu untuk mengetahui kondisi Gunung Merapi.

"Ya itu tadi, meskinya peralatan itu jangan diutak atik. Alat itu untuk kita semua supaya mengetahui aktifitas Merapi bagaimana," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved