Ubah Cumplung Jadi Kerajinan Kepala Monyet

Kamis, 01 Januari 2015 - 00:00 WIB
Ubah Cumplung Jadi Kerajinan...
Ubah Cumplung Jadi Kerajinan Kepala Monyet
A A A
BANTUL - Deretan "kepala monyet" nampak menggantung di sebuah rumah yang letaknya sekitar 100 meter dari kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Kerajinan tangan itu digantung berjajar rapih, namun tidak ada yang tahu jika barang tersebut ternyata dijual. Memang oleh pemilik rumah, kepala-kepala monyet tersebut hanya digantung begitu saja, seperti sebuah hiasan rumah.

Sekilas hasil kreativitas yang digantung di depan rumah Temu Wijiarsih (35), warga Dusun Bakulan, RT 01, Desa Patalan, ini terlihat seperti pajangan. Wijiarsih mengaku, sebenarnya kepala-kepala monyet tersebut dijual dengan harga Rp15.000 sampai Rp20.000.

“Ini memang saya jual, tetapi hanya siapa yang mau saja,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai tukang cukur rambut dan penjual kacamata ini.

Selain mengandalkan hidupnya dari hasil jerih payahnya sebagai tukang cukur, ia bersama rekannya, Rozi (Kojek) memang membuat kerajinan berupa "kepala monyet" dari kelapa yang busuk (cumplung). "Di daerah Bantul sering disebut dengan Cumplung."

Ide membuat "kepala monyet" dari cumplung tersebut sebenarnya berawal dari banyaknya kelapa yang busuk yang berserakan di dekat rumahnya. "Saya lantas memutar otak bagaimana agar cumplung tersebut bisa bermanfaat, syukur-syukur bisa menghasilkan uang," ujarnya.

Ketika ketemu dengan rekannya, Kojek yang berprofesi sebagai tukang kayu, ia lantas mengutarakan idenya tersebut. Tanpa panjang lebar, keduanya lantas mencoba membuatnya.

Berbagai ekspresi "kepala monyet" berhasil mereka buat. Beberapa kreasi dipercantik dengan menambah cat-cat pada lerung tertentu. Namun ternyata yang paling diminati oleh pembeli adalah boneka kepala monyet yang bergaya natural atau tanpa embel-embel warna.

“Prosesnya sebenarnya tidak lama. Sekali buat hanya butuh 20 menit,” tuturnya.
(lis)
Berita Terkait
Balai Pelestarian Kebudayaan...
Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara dan Gorontalo Gelar Kumpul Komunitas Karawo
Balai Ainun Jadi Pusat...
Balai Ainun Jadi Pusat Kerajinan Limbah Kerang di Parepare
Yuk! Intip Ide Membuat...
Yuk! Intip Ide Membuat Kerajinan Tangan dari Kain Perca Bareng Robbika Wijayanti, Hanya di Morning Update, iNews
Pasarkan Produk Kriya...
Pasarkan Produk Kriya Unggul, Dekranas Gelar Pameran Kriyanusa 2023
Belajar Membuat Card...
Belajar Membuat Card Holder, Milenial Yogyakarta Latih Kreativitas
Kreasi Unik, Miniatur...
Kreasi Unik, Miniatur dari Bambu Batik Terkenal hingga Mancanegara
Berita Terkini
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
8 menit yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
37 menit yang lalu
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
42 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
1 jam yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
10 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
10 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved