Lagi, Hewan Koleksi TSTJ Mati Mendadak

Rabu, 31 Desember 2014 - 11:11 WIB
Lagi, Hewan Koleksi...
Lagi, Hewan Koleksi TSTJ Mati Mendadak
A A A
SOLO - Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) ditemukan mati mendadak, Senin (29/12) petang.

Matinya harimau ini menambah daftar panjang matinya hewan koleksi TSJT tahun ini. Satu-satunya singa koleksi TSTJ beberapa bulan lalu ditemukan mati di kandangnya. Singa tersebut mati setelah sakit dan tidak mau makan selama beberapa hari. Selanjutnya, dua orang utan dengan nama Peby dan Kirno juga mati akibat sakit paru-paru dan infeksi pada bagian lambung.

Direktur TSTJ Lilik Kristianto menyebutkan harimau sumatera dengan nama Vici itu ditemukan mati oleh pawangnya pada Senin petang. Sebelum mati, harimau berusia 10 tahun 10 bulan itu tidak mau makan selama dua hari. Padahal hari-hari sebelumnya tidak pernah mengalami masalah mengenai makan. Setiap hari harimau itu menghabiskan tiga ekor ayam yang disediakan oleh pengelola TSTJ.

Lilik mengaku sudah berkoordinasi dengan pengelola kebun binatang lainnya, seperti Taman Safari Indonesia dan juga Keabun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Koordinasi itu dilakukan untuk menentukan langkah untuk mengobati harimau itu.

Dari koordinasi tersebut, disimpulkan penanganan dengan cara menyuntikkan cairan antibiotik dan vitamin. Namun, upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Tim dokter TSTJ tidak berhasil dan akhirnya harimau itu mati. Lilik menampik tudingan bahwa kematian harimau betina tersebut akibat kesalahan pengelolaan dari TSTJ.

Pihak TSTJ telah memberi makan dan melakukan perawatan sesuai dengan standar. Namun karena sakit, harimau tersebut akhirnya mati. Dokter hewan TSTJ Nuraini mengatakan jasad harimau tersebut akhirnya dibedah untuk diautopsi.

Dari hasil autopsi yang dilakukan terjadi perubahan struktur usus. Selain itu, di jantung dan paru-paru juga ditemukan air. Meskipun demikian, pihaknya mengaku belum bisa memastikan penyebab matinya hewan langka dilindungi tersebut.

Guna mengetahui penyebab kematian itu, saat ini ketiga organ tersebut langsung dikirimkan ke pihak Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara lainnya dikeringkan untuk kepentingan penelitian di TSTJ.

Arief Setiadi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
17 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved