Hanya Waspada Bencana, Minim Upaya

Sabtu, 27 Desember 2014 - 12:49 WIB
Hanya Waspada Bencana,...
Hanya Waspada Bencana, Minim Upaya
A A A
Awal tahun dan akhir tahun 2014 menjadi waktu yang memilukan di Jawa Tengah. Januari lalu, bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah daerah di provinsi ini. Ratusan warga menjadi korban.

Banjir di kawasan jalur pantai utara (pantura) pada awal tahun 2013 membuat berbagai aktivitas lumpuh total dan kerusakan infrastruktur. Sementara longsor, seperti yang terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, merengut 12 korban jiwa.

Awan kelabu bencana makin melingkupi Jateng pada tahun ini dengan musibah longsor di Dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, pada 12 Desember lalu. Musibah ini menewaskan 97 orang dan 22 orang lainnya dinyatakan hilang terkubur longsor. Meskipun terus disebut sebagai salah satu provinsi dengan potensi bencana tingkat tinggi, antisipasi kerap tak dilakukan dengan maksimal. Baru sadar setelah bencana datang dan menelan korban jiwa.

Padahal beragam bencana selalu mengintai provinsi dengan jumlah penduduk 33,679 juta jiwa ini. Pada musim hujan, bencana banjir dan tanah longsor selalu terjadi. Pada musim kemarau, bencana kekeringan dan kebakaran selalu muncul. Belum lagi ancaman bencana lain, seperti erupsi Gunung Merapi, gempabumi, hingga tsunami.

Misalnya soal upaya penanganan banjir. Ternyata tidak semua sungai yang berpotensi memicu luapan air dapat dinormalisasi. Dalihnya anggaran yang dimiliki terbatas. Tak pelak, limpasan air dari berbagai sungai itu menjadi ancaman. Selain itu, pemerintah juga kerap abai akan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Seperti halnya ruang milik jalan hingga kini kerap dijadikan sebagai lahan parkir, berdagang, bahkan menimbun barang dan lainnya. Karena itu, saluran drainase kerap kali tidak berfungsi karena mampat.

Kasubdit Mitigasi Bencana Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Kegunungapian (PVMBG) Kristiyanto mengatakan, untuk meminimalisasi terjadi longsor, masyarakat harus bisa menjaga kelestarian alam. “Menanam pohon-pohon yang memiliki daya ikat kuat terhadap tanah. Tidak memotong pohon secara sembarangan. Juga tidak melakukan alih fungsi lahan, akan mampu meminimalisasi terjadinya bencana longsor,” katanya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen mengingatkan upaya menjaga kelestarian lingkungan harus terus digalakkan. Sebab antisipasi tanpa menggalakkan kelestarian lingkungan, hasilnya tidak akan maksimal.

“Semua harus tahu, Jateng ini rawan akan berbagai bencana. Jadi harus ada tindakan konkret untuk mencegah, meminimalisasi. Komitmen pemerintah juga harus kuat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat ini,” katanya.

Prahayuda Febrianto/ Amin Fauzi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved