1,4 Juta Kendaraan Padati Yogya

Jum'at, 26 Desember 2014 - 11:56 WIB
1,4 Juta Kendaraan Padati...
1,4 Juta Kendaraan Padati Yogya
A A A
YOGYAKARTA - Wisatawan sudah menyerbu Kota Yogyakarta. Hal ini terlihat dari laju kendaraan di sejumlah ruas jalan yang mulai merayap kemarin. Bahkan kemacetan terjadi di mana-mana akibat banyak kendaraan roda empat parkir di sisi kanan-kiri jalan.

Kemacetan terjadi di sepanjang Jalan Malioboro, Jalan Solo, Jalan Mataram, Jalan Suryotomo, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan lainnya. Terparah tentu di Jalan Malioboro. Wisatawan tumpah ruah di sepanjang jalan tersebut, khususnya di depan Gedung Agung atau Titik Nol Kilometer. Kemacetan juga dipicu adanya gelaran tahunan sekaten di alunalun utara.

Sejumlah ruas jalan di sekitar alun-alun yang terletak di depan Keraton Yogyakarta ini dipadati kendaraan. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY menyebutkan, selama libur Natal dan Tahun Baru sekitar 1,4 juta kendaraan pribadi memadati jalan-jalan di Yogyakarta.

Padahal Dishubkominfo sudah mengaktifkan videotron di tiga titik sebagai pintu masuk kota agar pengendara tidak terjebak macet. “Ada pesan-pesan soal kondisi lalu lintas. Jangan sampai orang-orang mau masuk kota kemudian terjebak macet,” ungkap Kepala Dishubkominfo DIY Budi Antono, kemarin.

Ketiga videotron yang disediakan Dishubkominfo DIY ini dipasang di sisi barat Simpang Wirobrajan, sisi timur Simpang SGM serta Simpang Rejowinangun. Namun pengendara sepertinya kurang menghiraukan informasi tersebut sehingga kemacetan tetap terjadi di sejumlah ruas jalan.

Di sisi lain, Dishubkominfo DIY mengakui jumlah pengunjung menggunakan kendaraan pribadi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna mobil pribadi naik 3,7% menjadi 640.000 unit. Sementara pengguna sepeda motor naik 6,2% menjadi 850.000 unit. “Jika diakumulasi, selama Natal dan Tahun Baru totalnya bisa mencapai 1,4 juta kendaraan pribadi beredar di Kota Yogyakarta,” kata Anton, sapaan akrab Budi Antono.

Anton menuturkan, untuk meminimalisasi kemacetan yang disebabkan banyaknya kendaraan parkir di pinggir jalan, Dishubkominfo DIY sudah mengaktifkan Taman Parkir Ngabean. Kantong parkir ini baru direnovasi sepanjang tahun ini. Di sana bisa menampung sekitar 40 bus pariwisata.

Selain itu, Taman Parkir Abu Bakar Ali di utara Malioboro dan Parkir Senopati juga difungsikan seperti biasa. Membeludaknya wisatawan di Kota Yogyakarta ini menjadi berkah bagi Dinas Pariwisata DIY. Setidaknya target kunjungan wisatawan 2014 sebanyak 2,6 juta bisa tercapai. Jumlah kunjungan wisata sampai awal Desember 2014 sudah menggapai 2,5 juta orang.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan, target kunjungan wisata di DIY 2014 sudah hampir pasti tercapai. “Targetnya 2,6 juta, saat ini sudah tercatat 2,5 juta. Pas liburan akhir tahun pasti mampu menyentuh, bahkan melebihi target,” katanya. Menurut dia, untuk kunjungan wisata pada 2015 mendatang ditarget bisa naik 10% dari realisasi 2014. “Targetnya (2015) naik 10%, syukur bisa menembus 3 juta pengunjung pada 2015,” katanya.

Komunitas Automotif Ikut Membantu

Terpisah, Jogja Traffic Watch mengutarakan memasuki musim liburan kenaikan arus lalu lintas menuju Kota Yogyakarta sudah mulai terasa sejak 23 Desember 2014. Diprediksi puncak arus terjadi pada 29-30 Desember mendatang. Untuk mengatur lalu lintas, komunitas automotif yang ada di Yogyakarta ikut terjun ke lapangan membantu petugas kepolisian.

Direktur Eksekutif Jogja Traffic Watch Tommy Susanto mengatakan, ada 300 personel dari komunitas automotif membantu kepolisian mengatur arus lalu lintas. Jumlah itu terbagi untuk Kota Yogyakarta 100 orang dan sisanya dibagi membantu di tiap kabupaten. “Mereka yang terjun ke lapangan membantu polisi mengatur arus itu ada yang berseragam dan ada pula tidak,” katanya, kemarin.

Dikatakan Tommy, dari pantauan yang dilakukan kemarin, arus lalu lintas masih terlihat lancar, termasuk di dalam Kota Yogyakarta. Khusus untuk Gunungkidul karena kondisi jalannya naik turun, di daerah tanjakan personelnya akan membantu menjadi pasukan ganjal ban. “Kenaikan arus lalu lintas tidak seperti saat Lebaran, meski ramai tapi lancar. Untuk yang mengarah ke Kaliurang tidak banyak, justru terlihat banyak mengarah ke pantai,” ujarnya.

Kasatlantas Polresta Yogyakarta Kompol Sudaryo mengungkapkan, dari pemetaan yang dilakukan ada beberapa jalan di Kota Yogyakarta rawan terjadi kemacetan. Jalan yang rawan macet itu meliputi Jalan Magelang, Jalan Malioboro, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan AM Sangaji, Jalan Diponegoro, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Mataram, dan Simpang Gardun Enim.

“Untuk menghindari kemacetan kami lakukan rekayasa lalu lintas, seperti membuat jalur satu arah,” ungkapnya.

Muji Barnugroho
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Operasi Patuh Jaya 8-21...
Operasi Patuh Jaya 8-21 Juni 2026, Pengendara Copot Pelat Nomor Jadi Target
2 jam yang lalu
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
3 jam yang lalu
Kejari Manggarai Barat...
Kejari Manggarai Barat Setor Rp2 Miliar Uang Korupsi ke Kas Negara
3 jam yang lalu
Macet Parah, Pengendara...
Macet Parah, Pengendara Diminta Hindari Exit Tol Sentul Selatan
4 jam yang lalu
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
4 jam yang lalu
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved