Bupati Muba Segera Menghadap Gubernur

Rabu, 17 Desember 2014 - 12:09 WIB
Bupati Muba Segera Menghadap...
Bupati Muba Segera Menghadap Gubernur
A A A
SEKAYU - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Pahri Azhari menyatakan, segera menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin untuk menjelaskan ketidakhadirannya saat acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Senin (15/12) lalu.

“Sesuai dengan permintaan bapak gubernur, saya bakal datang untuk menghadap dan menjelaskan langsung perihal keti dakhadiran saya,” ujar Pahri di Sekayu, kemarin. Namun, Pahri tidak mengungkapkan alasan kenapa dirinya tidak hadir kepada wartawan. Diberitakan, gubernur Senin (15/12) lalu tidak menyerahkan DIPA ke Muba, Musi Rawas (Mura), dan Banyuasin karena kepala daerah tiga kabupaten tersebut tidak hadir.

Para kepala daerah itu mengutus Sekretaris Daerah (Sek da) masing-masing untuk mengambil DIPA dari gubernur. Alex menyatakan, tidak akan menyerahkan DIPA sebelum para kepala daerah tersebut menemuinya. Mantan Bupati Muba itu beralasan, penyerahan DIPA sangat penting karena merupakan simbol untuk melaksanakan program-program pemerintah pada lima tahun ke depan.

Oleh kare nanya, harus diambil langsung oleh kepala daerah. Ketua DPD Partai Golkar Sum sel ini menyatakan, juga men dapatkan perlakukan yang sama dari presiden. Dia meng ambil langsung DIPA Sumsel dari tangan presiden tanpa diwakilkan. Karena jika diwakilkan, kemungkinan DIPA 2015 untuk Sumsel tidak akan diserahkan. Pahri mengakui, pentingnya DIPA.

Dia menyatakan, Muba sangat membutuhkan dana dari DIPA. Hal tersebut bertujuan untuk melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan pembangunan guna menyejahterakan masyarakat. “Sejauh ini dana tersebut sangat membantu kita dalam melakukan pembangunan. Pengunan anggaran juga sudah kita laksanakan sesuai dengan prosedur dan tidak dimungkiri kita sangat membutuhkan dana tersebut,” jelas Pahri.

Wakil Ketua DPRD Muba Darwin mengatakan, ketidakhadiran Bupati dalam penyerahan DIPA 2015 tentunya memiliki alasan ter sendiri. Oleh karena itulah, harus dijelaskan secara rinci kepada Gubernur Sumsel.

“Pasti ada ala san nya dan harus dijelaskan,” ucap dia. Disinggung mengenai adanya pembekuan sementara DIPA 2015 kepada Kabupaten Muba, politisi PDI Perjuangan ini mengatakan hal tesebut seharusnya tidak dilakukan. Karena ketidakhadiran bupati hanya sekali.

“Saya setuju dengan tindakan gubernur untuk membekukan sementara, namun dengan syarat kepala daerah tersebut sudah beberapa kali tidak memenuhi panggilan untuk pengambilan DIPA. Tapi, kalau hanya sekali seharusnya tidak dilakukan,” beber dia.

Amarullah Diansyah
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
6 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved