Ingin Integrasikan Olahraga Futsal dengan Pariwisata

Senin, 15 Desember 2014 - 14:18 WIB
Ingin Integrasikan Olahraga...
Ingin Integrasikan Olahraga Futsal dengan Pariwisata
A A A
MEDAN - Sebagai mantan politikus, Rafriandi Nasution sudah aktif berkegiatan di tengah masyarakat termasuk dalam pengelolaan olahraga.

Mantan manajer Tim Sepak Bola Sumatera Utara ini, mengaku punya tekad dan harapan agar kegiatan olahraga, seperti futsal, bisa diintegrasikan dengan pariwisata di Kota Medan. “Bicara olahraga dan pengelolaannya, kita harus ubah dulu cara berpikirnya. Mengelola olahraga bukan kerja popularitas, tapi kerja prestasi. Bicara prestasi, mengelolanya harus profesional,” kata Rafriandi, kemarin.

Dia mengatakan, harus ada perubahan mindset pelaku olahraga di Sumut. Kata Rafriandi, kepedulian dan kecintaan terhadap olahraga tertentu misalnya, merupakan hak semua orang. “Tapi untuk mengelola sebuah organisasi butuh semua sumber daya. Tidak cukup hanya cinta dan peduli,” ungkapnya.

Rafriandi yang merupakan mantan Anggota DPRD Sumut 2004-2009 ini menyebutkan, Sumut belum bergerak dalam pengembangan olahraga. Salah satu indikatornya adalah pada saat daerah lain punya fasilitas olahraga modern, Sumut belum punya apa pun. “Stadion yang sesuai standar nasional hanya Stadion Teladan. Stadion di Sumsel sudah internasional. Ini saya bicara dalam konteks fasilitas secara umum,” katanya.

Rafriandi menyebutkan, indikator lain dari belum profesionalnya pengelolaan olahraga adalah gelaran kejuaraan yang masih minim dan kurang direncanakan dengan baik. Dia mengatakan, baru-baru ini ada kejuaraan sepak bola yang diikuti negara asing, seperti Myanmar di Medan.

Tapi malah pertandingannya digelar di Stadion Kebun Bunga. “Padahal jika dikelola dengan baik, event seperti itu bisa menghasilkan pemasukan dari sektor pariwisata. Jadi kesimpulan awalnya, kita perlu memikirkan dan mengelola event olahraga itu agar terintegrasi dengan pariwisata yang memang layak dijual,” ungkapnya.

Menurutnya, semua kegiatan jenis olahraga bisa menghasilkan uang dari sektor pariwisata karena keterlibatan banyak orang di dalamnya. Untuk sepak bola atau futsal misalnya, satu tim minimal berisi 20 orang.

“Kalau kita bisa buat event nasional yang dikemas secara maksimal dan diikuti 33 provinsi, bisa dihitung berapa orang yang datang ke Sumut. Mereka pasti membelanjakan sebagian uangnya di sini. Medan sudah mampu, hotel banyak, fasilitas transportasi ada. Jadi tinggal dipoles sedikit,” katanya.

Dia menilai, pemerintah dan pengurus olahraga harus mulai mengarahkan agar olahraga berpotensi menghasilkan pemasukan dibina secara maksimal. “Setelah dibina, itu akan dilihat sebagai investasi. Tentu akan lebih mudah mengajak sponsor untuk bersama memajukan olahraga tersebut,” ucapnya.

Dia berharap futsal di Sumut berkembang menjadi lebih besar. Sebagai awal, cara pandangnya harus digeser dulu bahwa futsal bukan sekadar olahraga rekreasi. “Dengan demikian, semua dibuat profesional dan diperlukan standarisasi sehingga futsal jadi olahraga yang indah dan menarik ditonton, bukan sekadar memindahkan pertandingan sepak bola ke lapangan kecil,” katanya.

Dia mengaku optimistis futsal akan berkembang secara marketing olahraganya, karena saat ini Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) dipimpin Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (HT). Menurutnya, futsal sudah terlihat berhasil populer di masyarakat.

“Bisa dilihat lapangan futsal muncul di mana-mana. Sekarang tinggal bagaimana ke depan, futsal ini dikelola profesional. Pak HT perlu blusukan futsal juga ke daerah seperti baru-baru ini beliau datang ke Medan membuka kompetisi futsal Sumut Bangkit. Selain itu, perlu menyekolahkan pelatih futsal. Harapannya standar futsal yang baik dan profesional itu tercapai,” ungkapnya.

Pria yang kini menjabat Direktur Utama PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan ini mengaku masih aktif mengurus olahraga karena hobi dan kecintaannya pada olahraga itu. Saat ini Rafriandi dipercaya sebagai Ketua Harian Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Sumut.

“Karena saya sudah mengundurkan diri dari politik, waktu saya lebih bisa diatur dengan baik. Saya ingin mencoba tidak setengah-setengah untuk menjadi profesional,” katanya.

Fakhrur Rozi
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved