400 Hektare Sawah Jadi Pabrik dan Rumah

Senin, 15 Desember 2014 - 14:07 WIB
400 Hektare Sawah Jadi...
400 Hektare Sawah Jadi Pabrik dan Rumah
A A A
JEMBER - Luas lahan pertanian di Kabupaten Jember terus menyusut. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, ada 400 hektare areal pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan perumahan.

Fakta ini sangat disayangkan banyak pihak lantaran efek domino yang ditimbulkannya. Tak hanya berpotensi menimbulkan masalah ketahanan pangan, berkurangnya lahan pertanian berarti berkurangnya daerah resapan air yang sangat efektif mencegah banjir di dataran rendah.

Kepala Dinas Pengairan Pemkab Jember Joko Santoso menerangkan, dari 86.000 hektare areal teknis yang menjadi tanggung jawabnya untuk menyalurkan air, kini hanya tinggal 85.500 hektare. Lahan pertanian yang banyak hilang terdapat di wilayah perkotaan.

“Ada tiga wilayah di Kecamatan Kota yang lahan pertaniannya banyak berkurang. Lahan pertanian itu dialihfungsikan untuk kepentingan usaha, seperti pendirian ruko, pusat perbelanjaan, perumahan, dan properti lain,” tutur Joko Santoso.

Dia tak menampik pembangunan fasilitas-fasilitas usaha memang positif dari sisi perekonomian. Bertambahnya rumah juga merupakan konsekuensi dari perkembangan wilayah, khususnya kota yang menjadi tempat banyak orang dari berbagai daerah untuk “mengadu nasib”.

Namun. harus dipikirkan pula solusi dari aspek lingkungan. Sebab meski bukan faktor utama, alih fungsi lahan pertanian juga dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Menurut dia, dalam regulasi pertanian disebutkan setiap alih fungsi lahan pertanian harus dicarikan lahan penggantinya. Namun, mencari lahan bukan persoalan mudah.

“Faktanya sulit sekali membuka areal pertanian baru sehingga kami akan melakukan sejumlah upaya agar peristiwa banjir genangan tidak terulang pada masa mendatang,” ujarnya. Saat ini banjir kerap melanda kawasan pusat kota Jember di antaranya Jalan Hayam Wuruk.

Genangan di jalan utama Kota Jember itu diduga efek dari dibangunnya Mall Roxy dan Perumahan Dharma Alam. Selain itu, juga soal faktor areal persawahan kelas satu yang banyak berfungsi dari manfaat awal, yakni sebagai daerah resapan air.

P Juliatmoko
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
54 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
3 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved