Tim DVI: Korban Longsor Tetap Bisa Diidentifikasi
Senin, 15 Desember 2014 - 09:54 WIB
Tim DVI: Korban Longsor Tetap Bisa Diidentifikasi
A
A
A
BANJARNEGARA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng menyebut jenazah korban longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tetap bisa diidentifikasi meski kondisi tubuhnya hancur.
Ini menjawab keresahan warga di sekitar lokasi bencana longsor yang kebingungan. Sebab, masih ada beberapa anggota keluarganya yang hilang tidak diketahui pasti nasibnya, apakah meninggal atau masih hidup.
Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng Kombes Pol Rini Muliawati menyebut proses identifikasi jenazah bisa dilakukan dengan tes DNA.
"Mau waktunya kapan, mau sebulan atau lebih, masih bisa dikenali lewat DNA. Nanti jika ada pihak keluarga yang mengaku anggota keluarganya hilang (meninggal), bisa dites DNA, lalu dibandingkan. Jika identik (cocok) berarti itu keluarganya," ujarnya di Banjarnegara, Senin (15/12/2014).
Rini menyebut, dari total sementara jenazah yang ditemukan yakni 42, ada satu yang belum diidentifikasi alias Mr X.
"Nanti dikuburkan berapa yang tidak teridentifikasi. Mengurutkan saja, misalnya Mr X1, X2, atau Mrs X (jika perempuan). Tapi sebelum dikubur, kami ambil dulu sampel DNA-nya, data kami simpan. Lokasi penguburannya di mana, terserah lurah setempat," lanjutnya.
Pantauan KORAN SINDO di TKP longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, selain warga yang berbondong-bondong ingin melihat lokasi longsor, ada beberapa yang melapor ke Posko DVI Polda Jateng.
Mereka melaporkan keluarganya atau saudaranya yang hilang akibat bencana longsor itu. DVI memang membuka Posko Ante Mortem di sana.
Di pos tersebut, pihak keluarga memberikan keterangan ciri-ciri orang hilang yang dimaksud. Di antaranya, pakaian terakhir yang dikenakan korban, apakah ada tanda lahir atau bekas luka, tinggi badan, berat badan, model rambut ataupun foto semasa hidup.
"Berapa lama posko ini dibuka, kami menyesuaikan dengan tim evakuasi," tandasnya.
Ini menjawab keresahan warga di sekitar lokasi bencana longsor yang kebingungan. Sebab, masih ada beberapa anggota keluarganya yang hilang tidak diketahui pasti nasibnya, apakah meninggal atau masih hidup.
Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng Kombes Pol Rini Muliawati menyebut proses identifikasi jenazah bisa dilakukan dengan tes DNA.
"Mau waktunya kapan, mau sebulan atau lebih, masih bisa dikenali lewat DNA. Nanti jika ada pihak keluarga yang mengaku anggota keluarganya hilang (meninggal), bisa dites DNA, lalu dibandingkan. Jika identik (cocok) berarti itu keluarganya," ujarnya di Banjarnegara, Senin (15/12/2014).
Rini menyebut, dari total sementara jenazah yang ditemukan yakni 42, ada satu yang belum diidentifikasi alias Mr X.
"Nanti dikuburkan berapa yang tidak teridentifikasi. Mengurutkan saja, misalnya Mr X1, X2, atau Mrs X (jika perempuan). Tapi sebelum dikubur, kami ambil dulu sampel DNA-nya, data kami simpan. Lokasi penguburannya di mana, terserah lurah setempat," lanjutnya.
Pantauan KORAN SINDO di TKP longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, selain warga yang berbondong-bondong ingin melihat lokasi longsor, ada beberapa yang melapor ke Posko DVI Polda Jateng.
Mereka melaporkan keluarganya atau saudaranya yang hilang akibat bencana longsor itu. DVI memang membuka Posko Ante Mortem di sana.
Di pos tersebut, pihak keluarga memberikan keterangan ciri-ciri orang hilang yang dimaksud. Di antaranya, pakaian terakhir yang dikenakan korban, apakah ada tanda lahir atau bekas luka, tinggi badan, berat badan, model rambut ataupun foto semasa hidup.
"Berapa lama posko ini dibuka, kami menyesuaikan dengan tim evakuasi," tandasnya.
(zik)