Balita Berkelamin Ganda di Padang Selatan Butuh Bantuan
Rabu, 10 Desember 2014 - 20:35 WIB
Balita Berkelamin Ganda di Padang Selatan Butuh Bantuan
A
A
A
PADANG - Seorang balita berkelamin ganda, berusia 11 bulan, di Seberang Penggalangan, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, terpaksa dirawat di rumah karena tidak memiliki biaya operasi.
Balita yang diberi nama Adek Saputera ini merupakan anak kedua dari pasangan suami-isteri Afril Soni dan Devi Febrianti. Dia memiliki keanehan sejak dilahirkan dan berkelamin ganda.
Kini, Adek sudah berusia 11 bulan, dan tumbuh secara normal. Namun, dia masih memiliki dua kemaluan, yakni kelamin perempuan dan laki-laki. Dalam perkembangannya, Adek memiliki lebih banyak sifat wanita, dengan tubuh laki-laki.
Pihak dokter menyarankan agar segera secepatnya dilakukan tindakan operasi terhadap Adek agar nantinya dapat tumbuh secara normal. Namun kedua orangtua Adek mengaku tidak sanggup membiayai perawatan dan biaya operasi adek di rumah sakit.
Sehari-hari, orang tua Adek hanya bekerja sebagai penjual jagung bakar yang hanya berpenghasilan pas-pasan. Selain itu, keluarga ini juga mengaku tidak memiliki BPJS, karena selama ini tidak mengetahui bagaimana cara pengurusannya.
Kedua orang tuanya Adek pun akhirnya pasrah akan nasib anaknya kelak. Dia berharap, adanya bantuan serta uluran tangan dari pihak dermawan untuk membiayai operasi anaknya, demi masa depannya.
Balita yang diberi nama Adek Saputera ini merupakan anak kedua dari pasangan suami-isteri Afril Soni dan Devi Febrianti. Dia memiliki keanehan sejak dilahirkan dan berkelamin ganda.
Kini, Adek sudah berusia 11 bulan, dan tumbuh secara normal. Namun, dia masih memiliki dua kemaluan, yakni kelamin perempuan dan laki-laki. Dalam perkembangannya, Adek memiliki lebih banyak sifat wanita, dengan tubuh laki-laki.
Pihak dokter menyarankan agar segera secepatnya dilakukan tindakan operasi terhadap Adek agar nantinya dapat tumbuh secara normal. Namun kedua orangtua Adek mengaku tidak sanggup membiayai perawatan dan biaya operasi adek di rumah sakit.
Sehari-hari, orang tua Adek hanya bekerja sebagai penjual jagung bakar yang hanya berpenghasilan pas-pasan. Selain itu, keluarga ini juga mengaku tidak memiliki BPJS, karena selama ini tidak mengetahui bagaimana cara pengurusannya.
Kedua orang tuanya Adek pun akhirnya pasrah akan nasib anaknya kelak. Dia berharap, adanya bantuan serta uluran tangan dari pihak dermawan untuk membiayai operasi anaknya, demi masa depannya.
(san)